Barak.id – Ketegangan politik di Washington meningkat setelah Senator AS, Elizabeth Warren, melontarkan kritik keras terhadap kebijakan perang pemerintah Amerika Serikat terhadap Iran.
Usai mengikuti briefing rahasia di Kongres, Warren mengungkap kekhawatiran serius bahwa pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memiliki rencana yang jelas dalam menghadapi konflik yang berpotensi meluas di Timur Tengah.
Baca Juga: Babak Belur! Iron Dome Masih Dihujani Rudal Iran Tanpa Henti hingga Tak Berfungsi
Warren menilai pemerintahan Presiden Donald Trump tidak memiliki strategi matang dalam menghadapi perang yang kini semakin memanas di Timur Tengah.
Pernyataan itu disampaikan Warren setelah mengikuti briefing rahasia di Kongres Amerika Serikat terkait perkembangan terbaru konflik militer antara AS dan Iran.
Baca Juga: Benarkah Ada Negara yang Meminta Iran “Melenyapkan” Amerika Serikat?
Usai pertemuan tertutup tersebut, ia mengatakan situasi yang sebenarnya jauh lebih mengkhawatirkan daripada yang diketahui publik.
“Situasinya jauh lebih buruk dari yang dibayangkan orang. Kekhawatiran publik sebenarnya sangat beralasan,” kata Warren, dikutip Senin (9/3/2026).
Baca Juga: Kuwait Tembak Jatuh Tiga Jet Tempur F-15E Milik AS
Menurutnya, pemerintah AS terlihat tidak memiliki peta jalan yang jelas mengenai arah konflik maupun strategi keluar dari perang tersebut. Warren bahkan menuding pemerintahan Trump meluncurkan operasi militer tanpa perencanaan yang matang.
“Pemerintahan Trump tidak memiliki rencana yang jelas di (perang melawan) Iran,” ujarnya.
Kekhawatiran di Kongres Meningkat
Komentar Warren mencerminkan meningkatnya kegelisahan di kalangan anggota Kongres setelah menerima pemaparan intelijen terbaru.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Iran Tewas Digempur Serangan Udara, AS Klaim “Tak Sengaja”
Sejumlah senator dilaporkan keluar dari briefing dengan kekhawatiran yang lebih besar terhadap potensi eskalasi konflik.
Para legislator menilai pemerintahan Trump belum menjelaskan secara rinci tujuan akhir operasi militer, durasi konflik, maupun risiko yang mungkin muncul jika perang semakin meluas.
Baca Juga: Iran Gempur 27 Target Israel-AS dengan Rudal Balistik
Warren menegaskan bahwa tanpa strategi yang jelas, Amerika Serikat berpotensi terjebak dalam konflik panjang di kawasan Timur Tengah, situasi yang mengingatkan pada pengalaman perang sebelumnya di kawasan tersebut.
Serangan ke Iran Tidak Memiliki Dasar Hukum yang Kuat
Selain soal strategi, Warren juga mempertanyakan dasar hukum keputusan pemerintah melancarkan operasi militer terhadap Iran.
Baca Juga: Iran Kibarkan “Bendera Darah” di Qom, Simbol Balas Dendam Habis-Habisan ke AS-Israel
Ia menilai langkah tersebut tidak didahului persetujuan Kongres sebagaimana diatur dalam sistem konstitusi Amerika Serikat.
Warren menilai serangan tersebut berisiko menyeret AS ke konflik besar tanpa legitimasi politik yang kuat.
Baca Juga: 209 Drone Iran Hujani Palm Jumeirah Dubai, UAE Siaga Penuh
“Perang tidak boleh dimulai tanpa alasan yang jelas dan tanpa persetujuan rakyat melalui Kongres,” tegasnya.
Trump Tetap Bertahan pada Kebijakan
Di sisi lain, Presiden Donald Trump tetap mempertahankan kebijakan militernya terhadap Iran. Ia bahkan tidak menutup kemungkinan opsi eskalasi militer yang lebih besar jika situasi menuntut.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung
Dalam beberapa pernyataan publik, Trump menegaskan bahwa operasi militer akan terus dilakukan hingga tujuan strategis Amerika Serikat tercapai.
Pemerintah AS sejauh ini belum memberikan penjelasan rinci mengenai strategi jangka panjang dalam konflik tersebut, termasuk kemungkinan penggunaan pasukan darat atau langkah diplomatik untuk meredakan ketegangan. [*/sh]