Barak.id – Kematian Jeffrey Epstein di sel tahanan New York pada 2019 tidak menghentikan aliran fakta-fakta mengejutkan tentang dirinya. Di balik statusnya sebagai pemodal kaya yang terseret skandal perdagangan seks, terbentang kisah lain yang tak kalah mengerikan, yakni sebuah ambisi rahasia untuk “menggandakan” dirinya sendiri, menciptakan generasi baru dengan DNA miliknya, yang ia yakini sebagai fondasi “ras unggul”.
Dikutip Selasa (10/2/2026), informasi ini terungkap dari penelusuran jurnalis investigatif dan kesaksian sejumlah ilmuwan yang pernah berinteraksi langsung dengan Epstein.
Mereka menggambarkan sosok yang bukan hanya memanipulasi kekuasaan dan uang, tetapi juga menunggangi sains demi obsesi pribadi.
Zorro Ranch: Ladang yang Disebut “Peternakan Bayi”
Di luar Santa Fe, New Mexico, berdiri Zorro Ranch, sebuah properti Epstein seluas puluhan ribu kaki persegi.
Di hadapan sejumlah ilmuwan dan tokoh bisnis, Epstein kerap memamerkan visi yang membuat banyak orang bergidik.
Tempat itu ia bayangkan sebagai “laboratorium hidup” untuk menghamili perempuan dengan spermanya.
Beberapa saksi yang diwawancarai menyebut Epstein menargetkan hingga 20 perempuan hamil dalam satu waktu.
Rencana itu, meski tidak pernah terbukti terlaksana dan tidak secara eksplisit melanggar hukum, dinilai sangat mengganggu secara etis dan kemanusiaan.
Seorang penasihat individu superkaya mengatakan, ide itu ia dengar bukan hanya dari Epstein, tetapi juga dari seorang pengusaha besar di Manhattan.
“Semua yang mendengarnya menganggap itu gila dan mustahil,” ujarnya.
Baca Juga: Jejak Jeffrey Epstein dalam “Epstein Files” yang Mengguncang Dunia
Jaring Elite
Dengan kekayaan dan kegigihan, Epstein menembus lingkaran akademik papan atas. Ia menyokong riset, mendanai konferensi, dan menggelar jamuan mewah yang mempertemukan ilmuwan top dunia.
Di antara nama-nama yang pernah hadir dalam orbitnya: peraih Nobel Murray Gell-Mann, fisikawan Stephen Hawking, ahli biologi evolusi Stephen Jay Gould, hingga pakar genetika George M. Church.
Epstein bahkan ikut membiayai Program Dinamika Evolusi di Harvard dengan sumbangan jutaan dolar. Konferensi eksklusif di Kepulauan Virgin, dengan penerbangan dan hiburan gratis, menjadi magnet bagi para akademisi. Pada suatu kesempatan, Hawking dan koleganya diajak menaiki kapal selam sewaan Epstein.
“Prospek pendanaan membuat banyak orang menutup mata terhadap masa lalu kriminalnya,” kata seorang ilmuwan yang kemudian menyesali keterlibatannya.
Debat yang Memecah Lingkaran
Psikolog Harvard Steven Pinker mengisahkan, Epstein kerap mendominasi diskusi dalam pertemuan informal.
Pada satu sesi, Epstein menyebut upaya mengurangi kelaparan dan memperluas layanan kesehatan di negara miskin hanya akan memperparah ledakan populasi.
Pinker menentang keras. Ia menegaskan bahwa tingginya angka kematian bayi justru mendorong keluarga memiliki lebih banyak anak.
“Saya menunjukkan data yang bertolak belakang,” kata Pinker.
Epstein disebut tampak tersinggung. Tak lama kemudian, Pinker diberi tahu bahwa ia tak lagi diundang ke forum tersebut.
Terpesona Transhumanisme, Disentuh Eugenika
Akar ide Epstein berkelindan dengan transhumanisme, gerakan yang memuja teknologi untuk “meningkatkan” manusia.
Namun, banyak pakar melihat garis tipis menuju eugenika, ide berbahaya tentang pembiakan selektif yang pernah dipakai rezim Nazi.
Ia bahkan mengagumi Repository for Germinal Choice, bank sperma yang dulu mencari donor peraih Nobel demi “memperkuat” gen manusia.
Lembaga itu tutup pada 1999 setelah hanya satu Nobel yang berkontribusi.
Epstein juga membicarakan kriogenik, membekukan tubuh setelah mati demi kemungkinan dihidupkan kembali.
Seorang rekan transhumanis mengatakan Epstein ingin mengawetkan bagian tubuh tertentu, termasuk kepala dan alat kelaminnya.
Baca Juga: 6 Tokoh Elite Dunia-Indonesia Disebut dalam Epstein Files, Ini Fakta dan Keterkaitannya
Pertanyaan tentang Epstein yang Tak Pernah Terjawab
Apakah Epstein pernah memiliki anak? Jawabannya masih kabur. Dokumen Departemen Kehakiman AS yang bocor, dikenal sebagai Epstein Files, memuat petunjuk yang mengarah ke sana.
Sebuah buku harian yang diserahkan kepada jaksa federal mengklaim seorang remaja melahirkan bayi perempuan sekitar 2002.
Ia menuduh bayinya diambil beberapa menit setelah lahir, dengan pengawasan Ghislaine Maxwell, mantan pasangan Epstein. Klaim ini belum terverifikasi.
Ada pula video dari rumah Epstein yang memperlihatkan tes DNA paternitas di atas meja, serta email 2011 dari Sarah Ferguson yang mengucapkan selamat atas kelahiran seorang bayi, pesan yang belakangan ia akui dikirim atas dorongan pihak lain.
Tak satu pun anak tercantum dalam wasiat Epstein. Kekayaannya justru disebut hendak diwariskan kepada kekasih terakhirnya, Karyna Shuliak, termasuk pulau pribadi dan puluhan juta dolar. []











































































