Barak.id – Rilis terbaru Epstein Files, yang mengandung lebih dari 3 juta halaman dokumen investigasi, 180.000 foto, dan 2.000-an video terkait kasus Jeffrey Epstein oleh Departemen Kehakiman Amerika Serikat (DOJ), kembali mengguncang dunia pada awal Februari 2026.
Dokumen besar ini memperlihatkan jaringan relasi financier Amerika kontroversial itu di antara elite politik, bisnis, teknologi, dan pemerintahan global, memicu pertanyaan publik sekaligus reaksi dari tokoh-tokoh yang namanya tercantum di dalamnya.
Berikut laporan komprehensif 6 tokoh elite dunia yang disebut dalam Epstein Files, termasuk bagaimana konteks penyebutan mereka menurut fakta yang tersedia, dirangkum pada Senin (10/2/2026).
1. Prince Andrew (Adik Raja Charles III, Kerajaan Inggris)
Nama Prince Andrew, adik dari Raja Charles III, kembali menjadi pusat perhatian setelah dokumen Epsteins Files mengandung foto dan korespondensi yang disebutkan bersama Jeffrey Epstein.
Hal ini memperkuat kembali tekanan publik dan politik di Inggris untuk membuka penyelidikan lebih jauh terhadap perannya, termasuk klaim adanya pertukaran dokumen sensitif dan hubungan pertemanan setelah skandal pertama yang menimpanya.
Reaksi keluarga kerajaan pun tak terelakkan. Prince William dan Kate Middleton menyatakan keprihatinan mendalam terkait temuan baru tersebut, menegaskan dukungan mereka terhadap para korban dan pentingnya transparansi.
Belakangan, polisi Inggris juga membuka penyelidikan kemungkinan Prins Andrew mengirim dokumen sensitif selama masa jabatannya sebagai utusan dagang, berdasar email yang ditemukan dalam rilis berkas terbaru.
Meski demikian, sejauh ini belum ada tuduhan kriminal yang diajukan secara langsung terhadap Andrew dari temuan baru ini.
2. Donald Trump: Namanya Paling Banyak Muncul di Dokumen
Nama Donald Trump berkali-kali muncul dalam ratusan dokumen Epstein Files, terutama dalam konteks interaksi masa lalu dengan Jeffrey Epstein serta sebagai bagian dari korespondensi atau referensi internal.
Namun penting dicatat, penyebutan nama Trump dalam berkas ini belum menjadi bukti keterlibatan dalam aktivitas kriminal yang diperiksa.
Banyak penyebutan berupa log email, catatan publik, atau dokumentasi acara sosial yang tidak menunjukkan hubungan langsung dengan tindakan yang dituduhkan kepada Epstein dan rekan-rekannya.
Trump sendiri dikenal pernah memiliki hubungan sosial dengan Epstein pada awal 2000-an, tetapi kemudian menjauh setelah kasus kriminal Epstein muncul. Hingga kini, tidak ada proses hukum baru terhadap Trump sehubungan dengan dokumen terbaru tersebut.
3. Bill Clinton (Eks Presiden AS)
Sebagaimana tokoh politik lain, Bill Clinton juga tercantum dalam data internal Epstein Files yang berisi korespondensi dan log kunjungan masa lalu. Nama Clinton muncul dalam konteks perjalanan dan hubungan sosial yang pernah dilaporkan di masa lalu.
Seperti Trump, penyebutan Clinton bersifat referensial dan historis, bukan sebagai bukti keterlibatan langsung dalam skema kejahatan Epstein.
Berkas dokumen memperlihatkan sejumlah email umum yang menyertakan namanya, namun tidak mencantumkan tuduhan pidana terhadap Clinton sehubungan dengan rilis terbaru.
4. Elon Musk
Dalam dokumen rilis terbaru, Elon Musk, salah satu pendiri dan pemimpin perusahaan teknologi global, disebut dalam sejumlah korespondensi terkait rencana pertemuan atau diskusi tertentu dengan jaringan Epstein.
Musk telah menegaskan secara publik bahwa ia tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein atau terlibat dalam aktivitas yang menjadi inti kasus kriminal yang menjerat Epstein dan Maxwell.
Penyebutan namanya dalam berkas ini lebih bersifat administratif atau terkait rencana perjalanan bisnis daripada indikasi aktivitas ilegal.
5. Bill Gates
Nama Bill Gates, tokoh teknologi dan filantropis global, juga tercantum di dalam beberapa dokumen Epstein Files. Keberadaan nama Gates dalam arsip ini sebagian besar berasal dari korespondensi yang menunjukkan hubungan sosial atau pertemuan masa lalu, dan belum ada bukti dari berkas yang dirilis yang menunjukkan keterlibatan dalam skandal kriminal Epstein.
Pakar hukum menekankan bahwa pencantuman nama dalam dokumen investigatif tidak serta-merta berarti tuduhan atau bukti keterlibatan pidana, karena banyak koordinasi logistik, pertemuan sosial, atau data arsip yang direkam di DOJ dapat memasukkan nama tokoh dunia tanpa konteks pelanggaran hukum.
6. Tokoh Indonesia: Tanpa Tuduhan Kriminal
Rilis terbaru Epstein Files pun menarik perhatian publik Indonesia. Berdasarkan pencarian dokumen, kata “Indonesia” muncul lebih dari 900 kali dalam konteks file, dan sejumlah nama serta istilah lokal turut disebut dalam berbagai bagian berkas tersebut.
Namun, menurut sejumlah media dan analis, tidak ada indikasi yang menunjukkan keterlibatan tokoh Indonesia dalam jaringan kriminal Epstein.
Penyebutan nama seperti pejabat atau istilah Indonesia dalam berkas lebih bersifat referensial administratif, misalnya dalam lampiran email, logistik, atau artikel yang diarsipkan, bukan sebagai bukti keterlibatan langsung dalam kejahatan yang diusut.
Munculnya nama tertentu dalam dokumen besar semacam ini tidak otomatis menunjukkan keterlibatan dalam aktivitas kriminal, dan perlu konfirmasi atau penyelidikan lanjutan untuk setiap klaim yang muncul.
Baca Juga: Jejak Jeffrey Epstein dalam “Epstein Files” yang Mengguncang Dunia
Kasus Epstein Files 2026 adalah salah satu rilis dokumen terluas yang pernah dilakukan menyangkut jaringan hubungan sosial dan administratif dari seorang pelaku kejahatan seksual berprofil tinggi.
Nama-nama besar dunia, baik dari dunia politik, teknologi, maupun dinasti kerajaan, muncul dalam jutaan halaman dokumen.
Sejauh ini, belum ada proses hukum lanjutan yang mengaitkan keenam tokoh di atas secara langsung dengan kejahatan Epstein.
Para ahli menilai, publikasi ini justru membuka pintu bagi penyelidikan lebih transparan serta menuntut pertanggungjawaban sosial dan politik dari jaringan hubungan di lingkaran kekuasaan global. []











































































