Barak.id – Stroke merupakan salah satu penyebab utama kematian dan kecacatan di dunia. Namun, ancaman terbesar bagi penyintas stroke bukan hanya serangan pertama, melainkan kemungkinan mengalami stroke kedua atau stroke berulang.
Banyak orang bertanya, apakah stroke susulan kedua bisa lebih fatal atau bisa berdampak kematian? Jawabannya adalah ya. Dalam banyak kasus, stroke kedua dapat menyebabkan kerusakan otak yang lebih luas, memperparah kecacatan, bahkan meningkatkan risiko kematian. Hal ini terjadi karena sebagian jaringan otak telah mengalami kerusakan akibat serangan sebelumnya, sehingga kemampuan otak untuk pulih menjadi lebih terbatas.
Mengapa Stroke Kedua Lebih Berbahaya?
Ketika seseorang mengalami stroke, sebagian sel otak mati akibat kekurangan oksigen. Jika stroke kembali terjadi, area otak yang rusak bisa semakin meluas atau menyerang bagian otak lain yang sebelumnya masih berfungsi.
Akibatnya, penderita dapat mengalami:
- Kelumpuhan yang lebih berat.
- Gangguan bicara semakin parah.
- Penurunan daya ingat dan fungsi berpikir.
- Kesulitan menelan sehingga meningkatkan risiko tersedak dan pneumonia.
- Penurunan kesadaran hingga koma.
- Risiko kematian yang lebih tinggi dibandingkan stroke pertama.
Penyebab Stroke Berulang
Stroke kedua umumnya bukan terjadi secara tiba-tiba tanpa penyebab. Ada sejumlah faktor yang meningkatkan risiko kekambuhan, di antaranya:
- Tekanan darah tinggi yang tidak terkontrol.
- Diabetes melitus.
- Kolesterol tinggi.
- Penyakit jantung, termasuk gangguan irama jantung.
- Kebiasaan merokok.
- Obesitas.
- Kurang aktivitas fisik.
- Tidak rutin mengonsumsi obat yang diresepkan dokter.
- Pernah mengalami stroke atau serangan stroke ringan (TIA).
Penelitian juga menunjukkan bahwa ketidakpatuhan mengonsumsi obat pencegah stroke menjadi salah satu penyebab utama terjadinya stroke berulang.
Gejala Stroke Kedua
Gejala stroke kedua tidak berbeda dengan stroke pertama. Masyarakat perlu mengenali tanda-tanda berikut:
- Wajah tampak mencong.
- Lengan atau kaki tiba-tiba lemah, terutama di satu sisi tubuh.
- Sulit berbicara atau bicara pelo.
- Sulit memahami pembicaraan orang lain.
- Gangguan penglihatan secara mendadak.
- Kehilangan keseimbangan.
- Sakit kepala hebat yang muncul tiba-tiba, terutama pada stroke perdarahan.
Apabila salah satu gejala muncul, segera bawa penderita ke rumah sakit. Penanganan dalam beberapa jam pertama sangat menentukan peluang pemulihan dan dapat mengurangi risiko kecacatan permanen.
Seberapa Besar Risiko Stroke Berulang?
Risiko stroke berulang paling tinggi terjadi pada beberapa minggu hingga bulan pertama setelah serangan awal. Namun, ancaman tersebut tetap ada dalam jangka panjang.
Sejumlah penelitian menunjukkan bahwa penyintas stroke atau stroke ringan tetap memiliki risiko mengalami serangan berikutnya hingga bertahun-tahun kemudian apabila faktor risikonya tidak dikendalikan.
Cara Mencegah Stroke Kedua
Kabar baiknya, stroke kedua dapat dicegah melalui perubahan gaya hidup dan pengobatan yang tepat.
Beberapa langkah penting antara lain:
- Minum obat sesuai anjuran dokter.
- Mengontrol tekanan darah secara rutin.
- Menjaga kadar gula darah tetap normal.
- Mengendalikan kolesterol.
- Berhenti merokok.
- Membatasi konsumsi alkohol.
- Mengonsumsi makanan bergizi seimbang.
- Berolahraga secara rutin sesuai kemampuan.
- Menjalani kontrol kesehatan secara berkala.
Stroke kedua memang dapat lebih fatal dibandingkan stroke pertama karena kerusakan otak yang ditimbulkan biasanya lebih berat. Risiko kecacatan permanen maupun kematian juga meningkat apabila penanganan terlambat atau faktor risiko tidak dikendalikan.
Oleh karena itu, penyintas stroke perlu menjalani pengobatan secara disiplin, menerapkan pola hidup sehat, serta segera mencari pertolongan medis apabila muncul gejala stroke kembali. Pencegahan sejak dini merupakan langkah terbaik untuk mengurangi risiko stroke berulang dan meningkatkan kualitas hidup penyintas. [*]
