Barak ID
  • Indeks
  • News
    • Berita
      • People & Society
        • Religion & Belief
      • Peristiwa
      • Politik
      • Regional
        • Sumatera Utara
          • Medan
          • Deli Serdang
          • Kabupaten Simalungun
          • Pematang Siantar
        • Bandung
        • Manado
        • Sulawesi Selatan
          • Makassar
          • Toraja
      • Nasional
      • Dunia
      • Otomotif
      • Trending
  • Bisnis
    • Finansial
    • Investasi
    • Lowongan Kerja
  • Hot
    • Anime
    • Entertain
    • K Pop
    • Seleb
    • Sinopsis
  • Jejak
  • Misteri
  • Tekno
    • Aplikasi
    • Artificial Intelligence
    • Brand
    • Game
    • Laptop
    • Smartphone
    • Tablet
  • Sports
    • Badminton
    • MotoGP
    • Berita Bola
  • Spesial
  • Sensasi
  • Flona
    • Animalia
    • Nabatah
  • Wisata
No Result
View All Result
  • Indeks
  • News
    • Berita
      • People & Society
        • Religion & Belief
      • Peristiwa
      • Politik
      • Regional
        • Sumatera Utara
          • Medan
          • Deli Serdang
          • Kabupaten Simalungun
          • Pematang Siantar
        • Bandung
        • Manado
        • Sulawesi Selatan
          • Makassar
          • Toraja
      • Nasional
      • Dunia
      • Otomotif
      • Trending
  • Bisnis
    • Finansial
    • Investasi
    • Lowongan Kerja
  • Hot
    • Anime
    • Entertain
    • K Pop
    • Seleb
    • Sinopsis
  • Jejak
  • Misteri
  • Tekno
    • Aplikasi
    • Artificial Intelligence
    • Brand
    • Game
    • Laptop
    • Smartphone
    • Tablet
  • Sports
    • Badminton
    • MotoGP
    • Berita Bola
  • Spesial
  • Sensasi
  • Flona
    • Animalia
    • Nabatah
  • Wisata
No Result
View All Result
Barak ID
  • Indeks
  • Berita
  • Bisnis
  • Hot
  • Sports
  • Tekno
  • Misteri
  • Wisata & Perjalanan
  • Sensasi
  • Spesial
  • Sponsored
  • Jejak
Home Dunia

Laporan UNICEF Mengungkap Realitas Getir Jutaan Anak Mengungsi Akibat Perubahan Iklim

Author: Ariami Tambunan
7 Oktober 2023 | 18:06 WIB
Rubrik: Dunia
Dalam laporan unicef terbaru menyatakan bahwa jutaan anak-anak terpaksa mengungsi akibat cuaca ekstrem. Situasi yang memperburuk kondisi ketika sebagian besar dari mereka menghadapi risiko ganda dari konflik dan ketidakstabilan.

Dalam laporan terbaru, UNICEF menyatakan bahwa jutaan anak-anak terpaksa mengungsi akibat cuaca ekstrem. Situasi yang memperburuk kondisi ketika sebagian besar dari mereka menghadapi risiko ganda dari konflik dan ketidakstabilan.

BARAK.ID – Laporan UNICEF terbaru menyoroti bagaimana perubahan iklim berperan besar dalam mengungsi jutaan anak-anak di seluruh dunia. Menurut data yang dirilis, antara tahun 2016 dan 2021, rata-rata 20.000 anak terpaksa meninggalkan rumah mereka setiap hari karena terdampak cuaca ekstrem.

Laporan UNICEF Tentang Jutaan Anak Mengungsi Akibat Perubahan Iklim

Fakta mencengangkan lainnya adalah bahwa, selama periode yang sama, 43 juta dari 134 juta orang yang mengungsi akibat cuaca ekstrem adalah anak-anak. Hampir separuh dari jumlah tersebut, atau kira-kira 21,5 juta anak, terpaksa meninggalkan rumah mereka akibat badai. Filipina menjadi negara dengan kontribusi tertinggi, mencatat hampir 40% dari total anak yang mengungsi akibat badai.

Baca Juga: Viral! Guru Pajang Bendera LGBT di Kelas, Orang Tua Siswa Protes

Selain badai, banjir di India dan China telah menyebabkan lebih dari 19 juta anak-anak mengungsi. Di sisi lain, kebakaran hutan di Amerika Serikat dan Kanada telah memaksa 810.000 anak untuk mencari tempat tinggal lain.

Namun, dalam keruwetan bencana alam, kekeringan menonjol sebagai faktor yang sering diabaikan. Anak-anak harus mengungsi sebanyak 1,3 juta kali akibat kekeringan selama periode ulasan laporan. Lebih dari setengah dari total tersebut terjadi di Somalia, salah satu negara di Afrika. Tidak seperti bencana lainnya seperti banjir atau badai, kekeringan tidak memicu evakuasi preventif, menjadikannya kurang tercatat.

Pencatatan data merupakan tantangan tersendiri. UNICEF berkolaborasi dengan International Displacement Monitoring Center, sebuah lembaga nirlaba yang berbasis di Jenewa, untuk mengidentifikasi daerah yang paling rentan terhadap dampak perubahan iklim, khususnya terhadap anak-anak. Filipina, India, dan China menjadi tiga negara teratas dengan jumlah pengungsi anak terbanyak akibat bencana iklim, mencapai hampir setengah dari total global.

Sistem evakuasi yang kuat memungkinkan negara-negara dengan populasi besar seperti tiga negara di atas untuk mencatat data dengan lebih efektif. Namun, anak-anak di Tanduk Afrika dan pulau-pulau kecil di Karibia ditemukan lebih rentan. Mereka seringkali menghadapi “krisis yang tumpang tindih”, di mana mereka harus berjuang melawan dampak cuaca ekstrem yang diperparah oleh konflik, instabilitas pemerintahan, dan kemiskinan.

Laporan ini juga menyoroti kisah-kisah tragis. Seperti yang dialami oleh Garima Kumar, seorang anak berusia 10 tahun dari New Delhi, India. Banjir Sungai Yamuna yang belum pernah terjadi sebelumnya menghancurkan rumahnya, menelan seragam sekolah dan buku-buku pelajarannya. Kumar dan keluarganya terpaksa mengungsi, hidup di pinggir jalan dan terputus dari pendidikan selama sebulan.

Baca Juga: Ketinggian Mont Blanc Menyusut, Akibat Perubahan Iklim?

UNICEF menyerukan kepada pembuat kebijakan dan sektor swasta untuk lebih memperhatikan risiko yang dihadapi oleh anak-anak dalam perencanaan iklim dan energi. Meski laporan ini tidak memasukkan potensi langkah mitigasi, UNICEF menegaskan pentingnya layanan seperti pendidikan dan kesehatan untuk menjadi “responsif terhadap guncangan, mudah dipindah, dan inklusif” guna mendukung anak-anak dan keluarga mereka menghadapi bencana dengan lebih baik. (*)

Tags: Amerika SerikatChinaFilipinaIndiaKanadaPerubahan IklimUNICEF

Discussion about this post

Berita Terbaru

Peristiwa

Balasan Operasi Jaring Laba-laba Bisa Lebih Brutal, Ancaman Nuklir Mengemuka

10 Januari 2026 | 21:19 WIB
Peristiwa

Kondisi Sejumlah Wilayah Ukraina Setelah Dihantam Rudal Balistik dan Drone Shahed Rusia

10 Januari 2026 | 21:19 WIB
Peristiwa

Tim Panther Polsek Pemulutan Ringkus Dua Perampok di Ogan Ilir

10 Januari 2026 | 21:19 WIB
Peristiwa

Viral Siswi SMP di Muratara Dibully Gara-gara Stiker WhatsApp

10 Januari 2026 | 21:18 WIB
Peristiwa

Siswi SMP di Muratara Dijambak Teman Sekelas Jadi Tontonan Ramai-ramai

10 Januari 2026 | 21:18 WIB

Pedri Jadi Harapan Terakhir Barcelona Hadapi Madrid di El Clasico Bernabeu

10 Januari 2026 | 20:29 WIB

Cristiano Ronaldo Pernah Kunyah Rumput di Latihan Juventus

10 Januari 2026 | 20:29 WIB

Endrick Terpinggirkan, Setan Merah Siap Menyambar

10 Januari 2026 | 20:28 WIB

Keputusan Tahan Vlahovic Bikin Strategi Transfer Berantakan

10 Januari 2026 | 20:28 WIB

Nottingham Forest Pecat Ange Postecoglou Selang Beberapa Menit Usai Laga Memalukan

10 Januari 2026 | 20:28 WIB

Perjalanan ke Lembah Baliem di Jantung Papua yang Menyimpan Kisah Mistis dan Keagungan Budaya

10 Januari 2026 | 20:23 WIB

10 Spot Liburan di Sleman yang Bikin Followers Auto Iri!

10 Januari 2026 | 20:23 WIB
sinata
  • Media Kit
  • Pedoman
  • Privacy
  • Terms
  • Redaksi
Seedbacklink

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP
Jl. Bangka IX D No. VIII, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
📧 barakdotid[at]gmail.com

No Result
View All Result
  • Indeks
  • News
    • Berita
      • People & Society
      • Peristiwa
      • Politik
      • Regional
      • Nasional
      • Dunia
      • Otomotif
      • Trending
  • Bisnis
    • Finansial
    • Investasi
    • Lowongan Kerja
  • Hot
    • Anime
    • Entertain
    • K Pop
    • Seleb
    • Sinopsis
  • Jejak
  • Misteri
  • Tekno
    • Aplikasi
    • Artificial Intelligence
    • Brand
    • Game
    • Laptop
    • Smartphone
    • Tablet
  • Sports
    • Badminton
    • MotoGP
    • Berita Bola
  • Spesial
  • Sensasi
  • Flona
    • Animalia
    • Nabatah
  • Wisata

© 2026
PT TOP MEDIA GRUP
Jl. Bangka IX D No. VIII, Mampang Prapatan, Jakarta Selatan, DKI Jakarta.
📧 barakdotid[at]gmail.com