Barak.id – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim operasi militer AS–barak.id/tag/israel/”>Israel berjalan sangat baik, tetapi kawasan Teluk justru diguncang gelombang serangan drone dan rudal yang memicu kekhawatiran eskalasi konflik Timur Tengah.
Ketegangan di Timur Tengah kembali melonjak tajam. Memasuki hampir dua pekan konflik terbuka antara barak.id/tag/iran/”>Iran melawan koalisi Amerika Serikat dan Israel, wilayah Teluk kini dilanda serangkaian serangan rudal dan drone yang memicu kekhawatiran eskalasi regional semakin tak terkendali.
Baca Juga: 10 Negara Ikut “Ketiban Sial” Gara-gara AS–Israel Serang Iran, Indonesia Termasuk yang Kena Getahnya
Di tengah situasi yang makin panas, Trump, justru menyatakan operasi militer terhadap Iran berjalan sesuai rencana. Ia menegaskan kampanye militer yang dilancarkan Washington bersama Tel Aviv menunjukkan hasil signifikan.
“Kami bergerak sangat cepat. Semuanya berjalan sangat baik. Militer kami tak tertandingi,” kata Trump kepada wartawan di Gedung Putih, dikutip Jumat (13/3/2026).
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Panglima TNI dan Kapolri Siapkan Ribuan Pos Pengamanan Mudik
Pernyataan itu muncul ketika sejumlah negara di kawasan Teluk melaporkan serangan drone dan rudal yang diduga diluncurkan dari jaringan militer Iran atau kelompok yang berafiliasi dengannya.
Gelombang Serangan Mengguncang Kawasan Teluk
Dalam beberapa hari terakhir, berbagai infrastruktur strategis di kawasan Teluk dilaporkan menjadi sasaran.
Baca Juga: Israel Terkini: Serangan Drone dan Rudal Iran Rusakkan 9 Ribu Bangunan, Tel Aviv Paling Parah
Serangan menyasar fasilitas energi, pangkalan militer, hingga jalur pelayaran penting yang menjadi nadi perdagangan global.
Beberapa negara seperti Arab Saudi, Bahrain hingga wilayah sekitar Teluk Persia melaporkan aktivitas pencegatan drone yang melintas menuju fasilitas vital, termasuk ladang minyak dan instalasi energi. Serangan-serangan ini memicu alarm keamanan di hampir seluruh kawasan.
Baca Juga: Trump Persiapkan Bomber B-52 dan B-1, Sinyal “Selesaikan” Iran Sebelum Akhiri Perang?
Bahkan jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz ikut terdampak. Jalur strategis yang menjadi rute hampir seperlima perdagangan minyak dunia itu kini mengalami gangguan serius akibat ancaman serangan terhadap kapal komersial.
Ketegangan ini tidak hanya berdampak militer, tetapi juga mengguncang ekonomi global karena harga minyak dunia melonjak tajam.
Serangan Balasan dan Perang Dua Arah
Konflik yang dimulai sejak akhir Februari itu kini memasuki hari ke-14 dengan intensitas serangan yang terus meningkat.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak di Irak Diserang, Iran Pasang 3 Syarat untuk Mengakhiri Perang
Serangan udara besar-besaran dari AS dan Israel dilaporkan menargetkan berbagai fasilitas militer Iran, termasuk instalasi rudal dan pangkalan militer.
Di sisi lain, Teheran juga terus melancarkan balasan melalui jaringan serangan rudal, drone, serta operasi asimetris di wilayah regional.
Situasi di ibu kota Iran, Teheran, bahkan sempat mencekam ketika ledakan terjadi di sekitar aksi massa Hari Quds yang diikuti ribuan orang.
Laporan media menyebut sedikitnya satu orang tewas akibat pecahan ledakan saat serangan udara terjadi di area tersebut.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Insiden itu memperlihatkan bahwa konflik kini telah masuk jauh ke jantung wilayah Iran.
Trump Klaim Iran Melemah
Pemerintah Amerika Serikat mengklaim operasi militer mereka telah memberikan pukulan besar terhadap kemampuan militer Iran.
Baca Juga: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Meledak!
Pejabat Pentagon menyatakan sebagian besar kemampuan produksi rudal dan drone Iran telah dihancurkan dalam serangan gabungan yang menargetkan fasilitas industri militer negara itu.
Trump bahkan menyatakan bahwa kekuatan militer Iran sudah mengalami kerusakan berat.
Baca Juga: Rudal Israel Disebut Mengenai Gedung Pejabat Korea Utara di Iran
“Kami menghancurkan rezim teroris Iran secara militer, ekonomi, dan cara lainnya,” tulis Trump dalam sebuah pernyataan publik.
Namun klaim tersebut belum sepenuhnya menghentikan serangan balasan dari pihak Iran. [*/sh]