Barak.id – Ketika Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan perang dengan Iran bisa segera berakhir, aktivitas militer Washington justru menunjukkan gambaran berbeda. Di sejumlah pangkalan militer, pesawat pembom strategis (bomber) Amerika mulai dipersenjatai dengan bom-bom berdaya hancur besar, indikasi bahwa operasi militer terhadap Iran masih akan mencapai fase paling keras.
Banyak analis menilai pesan Trump sebenarnya sederhana, “perang akan diakhiri, tetapi setelah kemampuan militer Iran benar-benar dilumpuhkan.”
Trump: Perang Hampir Selesai
Trump beberapa kali menyampaikan bahwa konflik dengan Iran mendekati titik akhir. Ia bahkan mengatakan sebagian besar target militer Iran sudah dihancurkan.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak di Irak Diserang, Iran Pasang 3 Syarat untuk Mengakhiri Perang
Informasi dihimpun Kamis (12/3/2026) dari laporan media internasional, Trump menyebut “hampir tidak ada lagi target yang tersisa untuk diserang” setelah serangkaian serangan udara besar-besaran terhadap fasilitas militer Iran.
Pernyataan itu muncul setelah Amerika dan sekutunya menggempur berbagai fasilitas strategis Iran, mulai dari instalasi rudal, pangkalan militer, hingga fasilitas industri pertahanan.
Namun di saat yang sama, kampanye militer belum berhenti.
Pembom Strategis AS Mulai Bergerak
Militer Amerika justru memperkuat kekuatan udaranya.
Sejumlah pembom jarak jauh seperti B-52 Stratofortress dan B-1B Lancer telah dikerahkan ke pangkalan RAF Fairford di Inggris untuk mendukung operasi udara terhadap Iran.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Pesawat-pesawat ini mampu membawa puluhan ton bom dalam satu misi dan digunakan untuk menyerang target strategis jarak jauh.
Para analis militer menyebut pengerahan pembom berat ini sebagai fase baru dalam perang udara terhadap Iran, yang memungkinkan serangan lebih besar dan lebih intens.
Baca Juga: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Meledak!
Beberapa laporan bahkan menunjukkan bom-bom besar mulai dimuat ke pesawat sebelum misi diluncurkan.
Operasi Epic Fury: Kampanye Udara Besar-besaran
Operasi militer AS terhadap Iran dikenal dengan nama Operation Epic Fury.
Dalam operasi ini, pesawat pembom strategis, drone, dan jet tempur digunakan untuk menghancurkan fasilitas nuklir Iran, menyerang pabrik rudal balistik, hingga melumpuhkan pangkalan militer dan sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Rudal Israel Disebut Mengenai Gedung Pejabat Korea Utara di Iran
Dengan basis operasi yang lebih dekat di Eropa dan Samudra Hindia, waktu tempuh pesawat menuju Iran menjadi jauh lebih singkat sehingga serangan dapat dilakukan lebih sering.
Tekanan Maksimum: “Unconditional Surrender”
Trump juga menaikkan tekanan politik terhadap Iran.
Ia secara terbuka menuntut penyerahan tanpa syarat (unconditional surrender) dari pemerintah Iran sebagai syarat untuk mengakhiri konflik.
Pernyataan tersebut memperkuat dugaan bahwa tujuan Washington bukan sekadar menghentikan perang, tetapi memastikan Iran tidak lagi memiliki kemampuan militer untuk menantang Amerika atau sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Iran Balas Mengancam
Di sisi lain, Iran juga menunjukkan bahwa konflik belum selesai.
Pemimpin baru Iran, Mojtaba Khamenei, bersumpah akan membalas serangan Amerika dan mempertahankan blokade di Selat Hormuz, jalur yang dilewati sekitar 20 persen pasokan minyak dunia.
Baca Juga: Tingkah Israel Bikin Dunia Terancam Krisis Energi, Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
Ancaman ini menimbulkan kekhawatiran global karena penutupan selat tersebut bisa memicu krisis energi dunia.
Sinyal Strategi Trump
Perkembangan di lapangan memunculkan satu interpretasi yang kuat di kalangan pengamat militer.
Trump kemungkinan ingin mengakhiri perang dengan cara menghancurkan kemampuan militer Iran terlebih dahulu.
Strateginya dapat diringkas dalam tiga tahap:
- Menghancurkan fasilitas nuklir dan militer Iran
- Melumpuhkan sistem rudal dan pertahanan udara
- Mengakhiri perang setelah Iran tidak lagi mampu melawan
Jika strategi ini berhasil, Washington dapat mengklaim kemenangan tanpa harus melakukan invasi darat besar-besaran.
Baca Juga: Sadar dari Mabuk, Wanita Ini Langsung Histeris Saat Tahu Celana Dalamnya Hilang, Videonya Viral
Walau Trump menyatakan perang dengan Iran akan segera berakhir, fakta di lapangan menunjukkan Amerika justru sedang mempersiapkan serangan udara yang lebih besar.
Pengerahan pembom strategis, pemuatan bom besar di pangkalan militer, serta tuntutan “penyerahan tanpa syarat” menunjukkan perang mungkin akan diakhiri, tetapi setelah Iran benar-benar “diselesaikan”. [*/sh]