Barak.id – Sebanyak 2.746 pos pengamanan dan pelayanan disiapkan dalam Operasi Ketupat 2026 yang dipimpin Panglima TNI dan Kapolri di Monas guna memastikan mudik Lebaran berjalan aman.
Barisan panjang personel gabungan TNI, Polri, dan berbagai instansi pemerintah berdiri rapi dalam formasi besar, menandai dimulainya kesiapan nasional menghadapi arus mudik Lebaran 2026.
Baca Juga: Israel Terkini: Serangan Drone dan Rudal Iran Rusakkan 9 Ribu Bangunan, Tel Aviv Paling Parah
Apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 dipimpin langsung oleh Listyo Sigit Prabowo selaku Kapolri dan didampingi Panglima TNI Agus Subiyanto.
Kegiatan ini menjadi penanda bahwa aparat negara mulai memasuki fase pengamanan intensif menjelang Idul Fitri.
Baca Juga: Trump Persiapkan Bomber B-52 dan B-1, Sinyal “Selesaikan” Iran Sebelum Akhiri Perang?
Ritual militer ini merupakan tahap akhir pengecekan kesiapan seluruh unsur pengamanan, mulai dari personel, kendaraan operasional, hingga sarana pendukung yang akan diterjunkan di seluruh wilayah Indonesia.
Ratusan Ribu Personel Disiagakan
Operasi Ketupat tahun ini melibatkan kekuatan besar aparat gabungan. Total 161.243 personel dikerahkan untuk mengamankan perjalanan masyarakat selama musim mudik dan arus balik Lebaran.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak di Irak Diserang, Iran Pasang 3 Syarat untuk Mengakhiri Perang
Pasukan itu akan tersebar di berbagai titik vital seperti jalur tol, jalan nasional, pelabuhan, bandara, stasiun, hingga kawasan wisata dan pusat perbelanjaan yang diprediksi dipadati pengunjung selama libur panjang.
Untuk menunjang pengamanan tersebut, aparat juga menyiapkan 2.746 pos pengamanan dan pelayanan yang tersebar di seluruh Indonesia.
Pos-pos itu terdiri dari pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang menjadi pusat koordinasi di lapangan.
Selain itu, ribuan objek vital turut masuk dalam daftar pengamanan, termasuk masjid, lokasi salat Id, pusat keramaian, hingga titik-titik mobilitas masyarakat.
Negara Bersiap Hadapi Mobilitas Raksasa
Tahun ini, pergerakan masyarakat selama periode Lebaran diperkirakan mencapai 143,9 juta orang.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Angka tersebut menjadikan Operasi Ketupat sebagai salah satu operasi keamanan sipil terbesar yang digelar pemerintah setiap tahun.
Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menegaskan bahwa seluruh jajaran diminta mengedepankan pendekatan pelayanan kepada masyarakat.
Baca Juga: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Meledak!
“Kita mengusung tagline Mudik Aman, Keluarga Bahagia. Pendekatan yang kita utamakan adalah langkah preemtif dan preventif. Penegakan hukum menjadi pilihan terakhir sehingga operasi ini benar-benar menghadirkan pelayanan kemanusiaan,” ujar Sigit, dikutip Jumat (13/2/2026).
Menurutnya, keberhasilan operasi ini tidak hanya bergantung pada aparat keamanan, tetapi juga sinergi dengan pemerintah daerah, kementerian, hingga pengelola transportasi.
Rekayasa Lalu Lintas Jadi Senjata Utama
Menghadapi lonjakan kendaraan di jalur mudik, Polri menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas.
Baca Juga: Rudal Israel Disebut Mengenai Gedung Pejabat Korea Utara di Iran
Sistem ganjil-genap, contraflow, hingga one way akan diterapkan secara situasional di jalur padat, terutama di ruas tol Trans Jawa dan jalur utama mudik lainnya.
Langkah tersebut disiapkan untuk mencegah kemacetan parah yang kerap terjadi saat jutaan kendaraan bergerak hampir bersamaan menuju kampung halaman.
Selain pengaturan lalu lintas, aparat juga memperkuat patroli keamanan untuk mencegah tindak kriminal di jalur mudik maupun kawasan permukiman yang ditinggalkan pemiliknya.
Simbol Soliditas TNI–Polri
Apel di Monas juga menjadi simbol kekompakan antara TNI dan Polri dalam menjaga stabilitas nasional selama momentum Lebaran.
Baca Juga: Tingkah Israel Bikin Dunia Terancam Krisis Energi, Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
Barisan prajurit TNI berdampingan dengan anggota Polri, petugas kesehatan, hingga relawan dari berbagai instansi sipil.
Pemandangan itu menegaskan bahwa operasi pengamanan mudik bukan hanya tugas satu lembaga, melainkan kerja kolektif seluruh elemen negara. [*/sh]