Barak.id – Perang antara Iran dan Israel yang pecah sejak akhir Februari 2026 kini berkembang menjadi konflik militer terbesar di Timur Tengah dalam beberapa dekade terakhir.
Serangan udara besar-besaran yang dilakukan Israel bersama Amerika Serikat terhadap target militer Iran memicu balasan keras dari Teheran berupa gelombang rudal balistik dan drone yang terus menghantam wilayah Israel, terutama kawasan Tel Aviv.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Sejumlah analis menilai eskalasi konflik ini telah menempatkan Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam posisi sulit.
Keputusan Israel untuk melanjutkan operasi militer besar terhadap Iran dinilai membuat Washington harus menghadapi konsekuensi geopolitik yang jauh lebih luas, mulai dari serangan balasan Iran hingga ancaman perang regional.
Serangan Rudal Iran Terus Mengguncang Tel Aviv
Sejak perang dimulai pada 28 Februari 2026, Iran dilaporkan meluncurkan puluhan hingga ratusan rudal balistik ke wilayah Israel dalam beberapa gelombang serangan.
Baca Juga: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Meledak!
Data konflik menunjukkan bahwa antara akhir Februari hingga awal Maret saja terdapat lebih dari 90 upaya serangan rudal dan drone Iran ke wilayah Israel.
Sebagian rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara Israel, namun beberapa di antaranya tetap berhasil menghantam wilayah padat penduduk di sekitar Tel Aviv dan kota-kota lain di Israel tengah.
Baca Juga: Rudal Israel Disebut Mengenai Gedung Pejabat Korea Utara di Iran
Salah satu serangan rudal bahkan menghantam bangunan hunian di Tel Aviv, menewaskan seorang warga dan melukai puluhan orang lainnya setelah sistem peringatan tidak berbunyi tepat waktu.
Serangan lain yang terjadi pada awal Maret menggunakan hulu ledak bom tandan (cluster bomb).
Pecahan bom tersebut menyebar di beberapa kota sekitar Tel Aviv seperti Yehud, Holon, dan Bat Yam. Dua pekerja konstruksi dilaporkan tewas setelah terkena submunisi dari rudal tersebut.
Informasi dihimpun Kamis (12/3/2026), video dan foto dari lokasi kejadian memperlihatkan sejumlah bangunan rusak, kendaraan terbakar, dan tim penyelamat bekerja di puing-puing bangunan.
Strategi Iran Melemahkan Israel
Para analis militer menyebut Iran kini menggunakan strategi baru dalam menghadapi Israel.
Baca Juga: Tingkah Israel Bikin Dunia Terancam Krisis Energi, Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
Alih-alih meluncurkan satu serangan besar, Teheran memilih melancarkan serangan berulang dalam gelombang yang lebih kecil namun terus-menerus.
Tujuannya adalah menguras sistem pertahanan udara Israel yang sangat mahal serta menciptakan tekanan psikologis terhadap masyarakat sipil.
Data lapangan menunjukkan bahwa pada hari pertama konflik tercatat lebih dari 40 gelombang serangan, kemudian meningkat hingga lebih dari 50 gelombang pada hari berikutnya sebelum akhirnya menurun namun tetap berlangsung hampir setiap hari.
Akibat serangan tersebut, lebih dari 2.000 warga Israel terluka, sedikitnya belasan orang tewas, serta ribuan warga harus meninggalkan rumah mereka akibat kerusakan bangunan.
Baca Juga: Sadar dari Mabuk, Wanita Ini Langsung Histeris Saat Tahu Celana Dalamnya Hilang, Videonya Viral
Sebagian besar dampak serangan terjadi di wilayah Israel tengah yang merupakan pusat ekonomi dan populasi negara tersebut.
Target Iran Tidak Hanya Israel
Selain menyerang Israel, Iran juga meluncurkan serangan terhadap kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya di kawasan Teluk.
Beberapa laporan menyebut rudal dan drone Iran diarahkan ke berbagai target militer dan fasilitas strategis di Timur Tengah, termasuk pangkalan militer yang digunakan oleh pasukan Amerika.
Langkah ini memperbesar risiko konflik berubah menjadi perang regional yang melibatkan banyak negara.
Serangan Israel ke Iran Picu Korban Besar
Sementara itu, operasi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran juga menimbulkan korban besar di pihak Teheran.
Baca Juga: Rudal Jadul Iran Tembus 4 Sistem Pertahanan Udara Canggih Israel, Kok Bisa?
Laporan konflik menyebut lebih dari seribu orang tewas dan puluhan ribu lainnya terluka akibat serangan udara yang menghantam berbagai fasilitas militer dan infrastruktur di Iran.
Serangan tersebut menargetkan berbagai lokasi penting, termasuk instalasi militer, fasilitas nuklir, dan pusat komando keamanan Iran.
Beberapa laporan bahkan menyebut tokoh militer penting Iran menjadi target operasi tersebut, meski detail lengkapnya masih menjadi perdebatan di kalangan analis.
Tekanan Politik di Washington
Konflik yang semakin meluas ini membuat pemerintah Amerika Serikat menghadapi tekanan politik besar.
Di satu sisi, Washington merupakan sekutu utama Israel dan mendukung operasi militernya. Namun di sisi lain, serangan Israel terhadap Iran memicu balasan langsung dari Teheran yang juga menyasar kepentingan Amerika di kawasan.
Hal inilah yang membuat sejumlah pengamat menyebut kebijakan militer Israel di bawah Perdana Menteri Benjamin Netanyahu berpotensi “membuat sakit kepala” bagi Washington.
Jika konflik terus membesar, Amerika Serikat bisa terseret lebih dalam ke dalam perang yang berpotensi melibatkan banyak negara di Timur Tengah.
Risiko Perang Regional
Sejumlah analis memperingatkan bahwa konflik Iran–Israel dapat berubah menjadi perang regional yang melibatkan banyak aktor, termasuk kelompok milisi pro-Iran di berbagai negara.
Baca Juga: Babak Belur! Iron Dome Masih Dihujani Rudal Iran Tanpa Henti hingga Tak Berfungsi
Selain itu, ketegangan juga berpotensi mengguncang stabilitas ekonomi global, terutama jika konflik meluas ke jalur perdagangan energi seperti Selat Hormuz yang merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dunia.
Masa Depan Konflik Masih Tidak Pasti
Pemerintah Israel sendiri menyatakan bahwa perang melawan Iran diperkirakan tidak akan berlangsung selama bertahun-tahun, meskipun intensitas konflik masih tinggi.
Baca Juga: Mengenal USDT (Tether), Stablecoin yang Menjadi “Dolar Digital” di Pasar Kripto
Namun hingga saat ini belum ada tanda-tanda bahwa kedua pihak akan segera menghentikan operasi militer mereka.
Dengan kedua negara terus saling melancarkan serangan, konflik Iran–Israel berpotensi menjadi salah satu krisis geopolitik paling berbahaya di dunia saat ini. [*/sh]