Barak.id – Perang Iran dan Israel dalam dua tahun terakhir berkembang dari konflik bayangan menjadi konfrontasi terbuka berskala regional. Rentetan serangan udara, rudal balistik, operasi rahasia, hingga pembunuhan tokoh penting membuat Timur Tengah berada dalam situasi paling tegang sejak beberapa dekade terakhir.
Memasuki 2026, konflik tersebut bahkan melibatkan Amerika Serikat (AS) dan berdampak pada sejumlah negara Teluk.
Para analis keamanan global kini memperingatkan bahwa eskalasi ini berpotensi menjadi konflik yang lebih luas.
Berikut adalah kronologi lengkap dan mendalam mengenai konflik Iran-Israel dari tahun 2024 hingga proyeksi skenario tahun 2026, yang bergeser dari perang bayangan menjadi konfrontasi langsung yang membawa dunia ke ambang krisis global terbesar sejak Perang Dunia II.
Baca Juga: 10 Negara Ikut “Ketiban Sial” Gara-gara AS–Israel Serang Iran, Indonesia Termasuk yang Kena Getahnya
Catatan: Peristiwa pada tahun 2024 adalah fakta sejarah yang telah terjadi.
Bagian I: Fakta Konfrontasi Terbuka (2024)
Tahun 2024 menandai titik balik sejarah. Kebijakan “perang bayangan” (shadow war) selama beberapa dekade, di mana kedua negara saling serang melalui proksi, intelijen, dan serangan siber, runtuh dan berubah menjadi perang langsung.
1 April 2024: Pemicu Utama – Serangan Konsulat Damaskus
Konflik meletus ketika jet tempur yang diduga kuat milik Israel meluncurkan rudal ke gedung konsulat Iran di Damaskus, Suriah.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Panglima TNI dan Kapolri Siapkan Ribuan Pos Pengamanan Mudik
Serangan ini menghancurkan gedung tersebut dan menewaskan 16 orang, termasuk tujuh perwira senior Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran.
Di antara yang tewas adalah Brigadir Jenderal Mohammad Reza Zahedi, komandan senior Pasukan Quds, yang bertanggung jawab atas operasi di Suriah dan Lebanon.
Baca Juga: Israel Terkini: Serangan Drone dan Rudal Iran Rusakkan 9 Ribu Bangunan, Tel Aviv Paling Parah
Dampak:
- Iran menganggap serangan ini sebagai serangan langsung terhadap kedaulatannya, karena fasilitas diplomatik dianggap sebagai wilayah negara tersebut.
- Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, bersumpah untuk menghukum Israel, menegaskan bahwa “rezim jahat harus dihukum.”
13–14 April 2024: Balasan Langsung Pertama Iran (“Operasi Janji Setia”)
Sebagai tanggapan atas serangan di Damaskus, Iran meluncurkan serangan balasan besar-besaran dan belum pernah terjadi sebelumnya dari wilayahnya sendiri langsung ke Israel.
Baca Juga: Trump Persiapkan Bomber B-52 dan B-1, Sinyal “Selesaikan” Iran Sebelum Akhiri Perang?
Operasi ini melibatkan lebih dari 300 proyektil, terdiri dari sekitar 170 drone kamikaze, lebih dari 30 rudal jelajah, dan lebih dari 120 rudal balistik.
Dampak:
- Israel, dengan bantuan koalisi internasional yang mencakup Amerika Serikat, Inggris, Prancis, dan Yordania, berhasil mencegat 99% proyektil tersebut.
- Hanya sejumlah kecil rudal balistik yang menembus pertahanan dan menghantam Pangkalan Udara Nevatim di Israel selatan, menyebabkan kerusakan ringan. Seorang anak perempuan Bedouin terluka parah akibat pecahan rudal.
- Konflik bergeser secara permanen dari perang proksi menjadi perang darat dan udara langsung antara kedua negara.
April 2024: Tanggapan Terukur Israel
Beberapa hari setelah serangan Iran, Israel melakukan serangan balasan yang “terbatas” dan “terukur” terhadap target di dekat kota Isfahan, Iran, yang merupakan lokasi fasilitas nuklir dan pangkalan udara penting.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak di Irak Diserang, Iran Pasang 3 Syarat untuk Mengakhiri Perang
Dampak:
- Serangan ini tampaknya dirancang untuk menunjukkan kemampuan Israel tanpa memicu eskalasi perang penuh.
- Iran meremehkan dampak serangan tersebut dan tidak melakukan serangan balasan lanjutan, sehingga untuk sementara ketegangan mereda.
Oktober 2024: Eskalasi Lanjutan
Ketegangan kembali memuncak pada bulan Oktober. Iran meluncurkan gelombang serangan rudal kedua ke arah Israel dalam setidaknya dua gelombang, yang menyebabkan sirene berbunyi di seluruh negeri.
Ledakan dilaporkan terjadi di Tel Aviv dan Yerusalem. Intersepsi rudal terjadi di berbagai wilayah, termasuk di atas Yerikho. Israel berjanji akan membalas serangan tersebut.
Bagian II: Skenario Eskalasi Menuju Perang Dunia III
Bagian ini merupakan narasi skenario berdasarkan asumsi eskalasi tanpa henti dan runtuhnya upaya diplomasi.
2025: Perang Terbuka dan Keterlibatan Kekuatan Global
Tahun 2025 menyaksikan konflik regional berubah menjadi perang terbuka yang menarik keterlibatan negara-negara besar.
- Januari – Maret 2025: Kegagalan Diplomasi Nulir. Upaya internasional untuk menghidupkan kembali perjanjian nuklir Iran gagal total. Iran mempercepat pengayaan uraniumnya hingga mendekati tingkat senjata, yang memicu alarm di Yerusalem dan Washington.
- Juni 2025: Serangan Besar Israel ke Fasilitas Nuklir. Israel, merasa terancam secara eksistensial, meluncurkan operasi udara besar-besaran yang dinamai “Roaring Lion” (Singa yang Mengaum), menargetkan fasilitas nuklir utama Iran di Natanz, Fordow, dan Isfahan. Serangan ini menyebabkan kerusakan signifikan pada program nuklir Iran.
Balasan Total Iran dan Proksi. Iran membalas dengan meluncurkan ribuan rudal balistik dan jelajah ke kota-kota besar, pelabuhan, dan infrastruktur energi Israel.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Secara bersamaan, Hizbullah di Lebanon meluncurkan serangan roket masif, menghujani wilayah utara dan tengah Israel dengan ratusan roket setiap hari. Milisi pro-Iran di Irak dan Yaman (Houthi) juga meningkatkan serangan drone dan rudal.
Keterlibatan AS. Amerika Serikat, terikat oleh komitmen keamanan kepada Israel dan untuk melindungi personelnya di kawasan, ikut campur tangan secara militer.
Baca Juga: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Meledak!
Pesawat tempur dan kapal perang AS menyerang posisi rudal dan pertahanan udara di dalam wilayah Iran, serta target-target proksi di Suriah dan Irak.
2026: Dunia di Ambang Perang Dunia III
Memasuki tahun 2026, konflik di Timur Tengah telah berkembang menjadi krisis global yang tak terkendali, menghancurkan stabilitas ekonomi dan politik dunia.
- Februari 2026: Serangan Terkoordinasi AS-Israel. Amerika Serikat dan Israel meluncurkan serangan udara terkoordinasi yang masif ke berbagai target strategis di Iran. Operasi ini dinamai “Operation Epic Fury” oleh AS dan “Operation Roaring Lion” oleh Israel, menandai eskalasi baru dalam konflik geopolitik tersebut. Serangan ini menyebabkan kerusakan besar pada infrastruktur militer dan sipil.
- Kematian Pemimpin dan Chaos di Iran. Laporan media yang mengkhawatirkan muncul, menyebutkan bahwa Pemimpin Tertinggi Iran dan mantan Presiden Mahmoud Ahmadinejad tewas dalam serangan di Teheran. Meskipun informasi ini belum dikonfirmasi secara resmi, laporan tersebut memicu kepanikan dan kekacauan di dalam negeri Iran serta di panggung internasional. Kerusakan fasilitas umum sangat parah, termasuk rumah sakit dan sekolah, seperti Gandhi Hospital di Teheran dan sekolah dasar putri di Minab.
- Gangguan Ekonomi Global. Iran memblokir barak.id/tag/selat-hormuz/”>Selat Hormuz, jalur pelayaran vital untuk sepertiga minyak dunia yang diangkut melalui laut. Harga minyak melonjak drastis, menyebabkan krisis energi global dan resesi ekonomi yang parah. Serangan juga berdampak pada fasilitas bandara sipil di kawasan Teluk, termasuk terminal bandara di Abu Dhabi dan Dubai, menyebabkan pembatalan penerbangan dan gangguan layanan.
- Runtuhnya Tatanan Global. Dunia terbelah menjadi dua blok. Di satu sisi adalah koalisi yang dipimpin oleh AS dan Israel. Di sisi lain, meskipun tidak terlibat secara militer langsung, negara-negara seperti Rusia dan Tiongkok memberikan dukungan diplomatik dan ekonomi yang kuat kepada Iran, mengutuk tindakan AS-Israel dan memperdalam perpecahan global. Sistem hukum internasional runtuh karena ketidakmampuan PBB untuk menghentikan konflik.
Akhir 2026: Dunia di Tepi Jurang
Retorika perang nuklir mulai terdengar dari berbagai pihak. Mobilisasi militer besar-besaran terjadi di Eropa dan Asia.
Baca Juga: Rudal Israel Disebut Mengenai Gedung Pejabat Korea Utara di Iran
Komunitas internasional hidup dalam ketakutan akan miskalkulasi kecil yang dapat memicu perang nuklir global penuh, yang menandai awal dari Perang Dunia III. [*/fet]