Barak.id – Politisi Inggris George Galloway melontarkan pernyataan kontroversial terkait kondisi terbaru di Israel setelah gelombang serangan rudal Iran. Ia mengklaim bahwa sebagian wilayah Tel Aviv kini mengalami kerusakan yang tidak jauh berbeda dengan Gaza, namun informasi mengenai kondisi tersebut disebut-sebut ditutup rapat oleh otoritas militer Israel.
Dalam pernyataannya yang beredar luas di media sosial dan program komentarnya, Galloway menuding pemerintah Israel menerapkan sensor ketat terhadap publikasi kerusakan yang ditimbulkan oleh serangan rudal Iran.
Baca Juga: Rudal Jadul Iran Tembus 4 Sistem Pertahanan Udara Canggih Israel, Kok Bisa?
Menurutnya, warga Israel bahkan terancam hukuman penjara jika mengunggah foto atau video yang memperlihatkan dampak serangan tersebut.
“Tel Aviv sekarang terlihat seperti Gaza, tetapi dunia tidak melihatnya karena pemerintah Israel mengendalikan informasi yang keluar,” ujar Galloway dalam komentarnya, dikutip Senin (9/3/2026).
Klaim Kerusakan di Tel Aviv
Galloway mengatakan ia menerima laporan langsung dari sejumlah kenalannya yang tinggal di Tel Aviv.
Mereka disebut tinggal di kawasan pusat kota seperti Sheinkin Street dan Dizengoff Square, dua area yang dikenal sebagai pusat aktivitas komersial dan hiburan di kota tersebut.
Menurut laporan yang ia terima, beberapa rudal balistik Iran disebut berhasil menembus sistem pertahanan udara Israel dan menghantam area perkotaan.
Kerusakan yang terjadi, kata dia, meliputi bangunan tempat tinggal, fasilitas umum, serta infrastruktur perkotaan.
Namun, informasi mengenai dampak kerusakan tersebut disebut tidak banyak muncul di media internasional.
Tuduhan Sensor oleh Militer Israel
Dalam komentarnya, Galloway juga menuding militer Israel memberlakukan pembatasan ketat terhadap dokumentasi kerusakan.
Baca Juga: Babak Belur! Iron Dome Masih Dihujani Rudal Iran Tanpa Henti hingga Tak Berfungsi
Ia menyatakan bahwa otoritas Israel melarang warga mempublikasikan lokasi jatuhnya rudal, memposting foto atau video kerusakan bangunan, atau rekaman aktivitas militer setelah serangan.
Menurutnya, pelanggaran terhadap aturan tersebut dapat dikenakan sanksi pidana.
Ia bahkan menyebut ancaman hukuman bisa mencapai lima tahun penjara bagi warga yang mengunggah gambar kerusakan akibat serangan rudal Iran.
Baca Juga: Benarkah Ada Negara yang Meminta Iran “Melenyapkan” Amerika Serikat?
Klaim ini memicu perdebatan luas di media sosial, terutama di tengah meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Perang Informasi di Tengah Konflik
Pernyataan Galloway juga menyoroti apa yang ia sebut sebagai “perang informasi” dalam konflik Timur Tengah.
Baca Juga: Kuwait Tembak Jatuh Tiga Jet Tempur F-15E Milik AS
Ia menuding sejumlah media Barat tidak menayangkan secara luas kerusakan yang terjadi di Israel.
Dalam komentarnya, ia menyebut beberapa jaringan media-media internasional besar, yang disebut tidak menampilkan gambaran utuh mengenai dampak serangan rudal Iran di Israel.
Baca Juga: Ratusan Pelajar Iran Tewas Digempur Serangan Udara, AS Klaim “Tak Sengaja”
“Jika kerusakan seperti ini terjadi di negara lain, dunia akan melihatnya di semua layar televisi,” kata Galloway.
Latar Belakang Serangan Iran
Ketegangan di kawasan meningkat setelah Iran melancarkan serangan besar menggunakan rudal dan drone dalam beberapa pekan terakhir.
Baca Juga: Iran Gempur 27 Target Israel-AS dengan Rudal Balistik
Serangan tersebut dilaporkan menargetkan sejumlah lokasi strategis di Israel sebagai respons terhadap eskalasi konflik di kawasan Timur Tengah.
Pemerintah Israel sendiri menyatakan sebagian besar rudal berhasil dicegat oleh sistem pertahanan udara berlapis, termasuk sistem seperti Iron Dome dan David’s Sling.
Baca Juga: Iran Kibarkan “Bendera Darah” di Qom, Simbol Balas Dendam Habis-Habisan ke AS-Israel
Namun beberapa laporan menyebutkan bahwa sebagian rudal tetap berhasil mencapai wilayah Israel.
Klaim Masih Diperdebatkan
Meski demikian, klaim Galloway mengenai tingkat kerusakan Tel Aviv dan ancaman hukuman penjara bagi warga yang mempublikasikan situasi di lapangan masih menjadi perdebatan.
Baca Juga: 209 Drone Iran Hujani Palm Jumeirah Dubai, UAE Siaga Penuh
Hingga kini belum ada konfirmasi independen dari berbagai media internasional mengenai tingkat kerusakan yang disebut Galloway tersebut. [*/sh]