Barak.id – Ketegangan geopolitik antara Iran, Israel dan Amerika Serikat kembali menjadi perhatian dunia dalam beberapa tahun terakhir. Di tengah meningkatnya konflik di Timur Tengah, berbagai informasi beredar di media sosial yang menyebut ada sejumlah negara yang meminta Iran untuk menghancurkan atau melenyapkan Amerika Serikat.
Namun berdasarkan fakta diplomatik dan pernyataan resmi pemerintah di berbagai negara, tidak ada satu pun negara di dunia yang secara terbuka atau resmi meminta Iran untuk melakukan serangan terhadap Amerika Serikat.
Para analis hubungan internasional menilai narasi tersebut lebih banyak muncul dari propaganda, interpretasi politik, atau pernyataan kelompok non-negara yang tidak mewakili kebijakan resmi pemerintah mana pun.
Baca Juga: Kuwait Tembak Jatuh Tiga Jet Tempur F-15E Milik AS
Tidak Ada Pernyataan Resmi Negara
Berdasarkan informasi yang dihimpun pada Sabtu (7/3/2026), dalam hukum internasional, pernyataan yang meminta negara lain menghancurkan negara tertentu dapat dianggap sebagai provokasi perang. Karena itu, negara-negara umumnya sangat berhati-hati dalam menyampaikan sikap terkait konflik global.
Hingga saat ini, tidak ada dokumen resmi atau pernyataan diplomatik dari pemerintah negara mana pun yang secara eksplisit meminta Iran untuk menyerang atau menghancurkan Amerika Serikat.
Sebaliknya, banyak negara justru mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan dialog.
Baca Juga: Rayap Bisa Menghancurkan Rumah Tanpa Terlihat, Begini Cara Kerja Koloninya
Dukungan Politik untuk Iran
Meski demikian, beberapa negara diketahui memberikan dukungan politik atau diplomatik kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan dengan Israel dan Amerika Serikat.
Salah satunya adalah China. Pemerintah Beijing menyatakan dukungan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah Iran serta menyerukan agar konflik diselesaikan melalui dialog dan negosiasi.
Selain China, Rusia juga disebut tetap menunjukkan dukungan diplomatik terhadap Teheran ketika ketegangan di Timur Tengah meningkat. Menteri Luar Negeri Iran bahkan menyatakan kedua negara tersebut masih memberikan dukungan politik kepada Iran di tengah eskalasi konflik kawasan.
Namun dukungan tersebut lebih bersifat diplomatik dan strategis, bukan seruan untuk menyerang Amerika Serikat.
Peran Kelompok Milisi Pro-Iran
Seruan keras terhadap Amerika Serikat justru lebih sering datang dari kelompok milisi atau organisasi non-negara yang bersekutu dengan Iran.
Di Timur Tengah, sejumlah kelompok seperti milisi Syiah di Irak atau kelompok bersenjata yang bersekutu dengan Iran kerap mengeluarkan pernyataan keras terhadap kepentingan Amerika Serikat di kawasan.
Dalam beberapa konflik regional, kelompok milisi pro-Iran bahkan ikut terlibat dalam pertempuran untuk mendukung sekutu Teheran.
Meski begitu, kelompok-kelompok tersebut tidak mewakili kebijakan resmi negara lain di dunia.
Baca Juga: Isu “Intervensi Algoritma” Mencuat Usai Komdigi Sidak Meta
Mayoritas Negara Dorong Perdamaian
Sebagian besar negara di dunia justru mengambil sikap sebaliknya. Banyak pemerintah mendorong upaya de-eskalasi konflik antara Iran dan Amerika Serikat agar tidak berkembang menjadi perang besar di kawasan.
Di Indonesia misalnya, sejumlah tokoh nasional bahkan mendukung upaya pemerintah untuk berperan sebagai juru damai dalam konflik tersebut.
Pendekatan diplomasi dianggap penting untuk menjaga stabilitas global, mengingat konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat berpotensi memicu ketegangan internasional yang lebih luas.
Isu tentang adanya negara yang meminta Iran untuk melenyapkan Amerika Serikat tidak didukung oleh fakta diplomatik. Tidak ada pemerintah negara yang secara resmi menyampaikan seruan tersebut.
Yang ada hanyalah dukungan politik atau diplomatik dari beberapa negara terhadap Iran, sementara sebagian besar komunitas internasional justru mendorong penyelesaian konflik melalui jalur diplomasi dan perdamaian.
Dalam dinamika geopolitik global, perbedaan kepentingan antarnegara memang kerap memicu ketegangan. Namun hingga saat ini, tidak ada koalisi negara yang secara terbuka menyerukan Iran untuk menyerang atau menghancurkan Amerika Serikat. []






































































