Barak.id – Tragedi kemanusiaan kembali terjadi di tengah perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat – Israel. Sebuah serangan barak.id/tag/rudal/”>rudal dilaporkan menghantam rumah warga sipil di sebuah desa di Iran, menewaskan bayi yang baru berusia tiga hari bersama ibunya, Senin (16/3/2026) waktu setempat.
Insiden memilukan ini terjadi di desa Amrabad, dekat kota Arak di Iran bagian tengah, ketika rudal menghantam rumah sebuah keluarga pada dini hari. Ledakan dahsyat membuat bangunan tempat tinggal tersebut runtuh seketika.
Baca Juga: barak.id/muncul-fenomena-bye-america-investor-ramai-tarik-dana-dari-amerika-serikat-wall-street-mulai-ditinggalkan/”>Muncul Fenomena “Bye America”, Investor Ramai Tarik Dana dari Amerika Serikat: Wall Street Mulai Ditinggalkan
Dikutip dari Presstv.ir, Selasa (17/3/2026), bayi yang menjadi korban diketahui baru lahir tiga hari sebelum serangan terjadi. Ia tewas bersama ibunya setelah rumah mereka dihantam rudal dalam operasi militer yang dikaitkan dengan serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Empat Generasi Keluarga Tewas Seketika
Laporan awal menyebutkan empat anggota keluarga tewas dalam satu rumah, yakni bayi laki-laki berusia tiga hari bernama Motjaba, ibunya, kakak perempuannya yang masih balita, dan neneknya.
Seluruh korban dilaporkan meninggal di lokasi setelah bangunan rumah mereka hancur akibat ledakan. Warga sekitar yang datang membantu menemukan korban tertimbun puing-puing bangunan.
Insiden ini langsung memicu kemarahan publik di Iran. Banyak warga menyebut serangan tersebut sebagai bukti bahwa perang kini mulai menelan korban dari kalangan keluarga sipil yang sama sekali tidak terlibat konflik.
Perang Iran vs AS–Israel Semakin Brutal
Serangan terhadap rumah keluarga tersebut terjadi di tengah eskalasi perang antara Iran dan koalisi Amerika Serikat – Israel yang pecah pada akhir Februari 2026.
Baca Juga: Rudal Monster 2 Ton Iran Hantam Pusat Komando Udara Israel, Sistem Pertahanan Tel Aviv Diduga Jebol
Dalam konflik yang terus meluas itu, serangan udara dilaporkan telah menghantam berbagai wilayah Iran, mulai dari fasilitas militer hingga kawasan permukiman.
Data pemerintah Iran menyebut lebih dari 1.200 orang tewas dan sekitar 10.000 lainnya terluka, dengan sebagian besar korban berasal dari kalangan sipil. Sekitar 200 anak-anak dan ratusan perempuan termasuk di antara korban tewas.
Baca Juga: Menlu Iran Sebut Trump Sengaja Bunuh Anak-Anak Demi Kepuasan Pribadi
Selain menelan korban jiwa, serangan udara juga merusak infrastruktur sipil, termasuk rumah warga, sekolah, dan fasilitas kesehatan.
Dunia Internasional Soroti Korban Sipil
Meningkatnya jumlah korban sipil membuat komunitas internasional mulai menyoroti dampak kemanusiaan dari konflik tersebut.
Baca Juga: Jadi Target Utama Iran, IRGC: “Netanyahu Harus Kami Matikan”
Beberapa laporan menyebut serangan udara juga pernah menghantam sekolah di Iran yang menewaskan ratusan anak-anak, memicu seruan agar dilakukan penyelidikan internasional terhadap dugaan pelanggaran hukum perang.
Organisasi kesehatan dunia bahkan memperingatkan bahwa konflik ini berpotensi menimbulkan krisis kemanusiaan besar di kawasan Timur Tengah. [*/sh]