Barak.id – Langit Israel kembali memerah oleh ledakan setelah Iran meluncurkan rudal monster (balistik super berat) yang menghantam fasilitas militer strategis yang terkait dengan pusat komando dan kendali Angkatan Udara Israel.
Serangan ini dilaporkan menggunakan rudal kelas berat dengan daya hancur besar, yang menjadi bagian dari gelombang operasi militer terbaru Teheran terhadap Tel Aviv.
Baca Juga: Menlu Iran Sebut Trump Sengaja Bunuh Anak-Anak Demi Kepuasan Pribadi
Militer Iran menyebut serangan tersebut menargetkan infrastruktur komando militer yang berperan penting dalam sistem komunikasi, kontrol, dan intelijen Israel.
Informasi dihimpun Selasa (17/3/2026), menyebutkan salah satu rudal yang digunakan disebut berasal dari keluarga rudal balistik Sejjil, rudal jarak menengah dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan hingga sekitar 2.000 kilometer.
Baca Juga: Jadi Target Utama Iran, IRGC: “Netanyahu Harus Kami Matikan”
Serangan tersebut disebut sebagai bagian dari gelombang terbaru operasi militer Iran terhadap Israel dan sekutunya di kawasan Timur Tengah.
Sejumlah laporan menyebut rudal yang digunakan memiliki hulu ledak sangat besar, bahkan mencapai sekitar dua ton, sehingga dirancang untuk menghancurkan target militer yang diperkuat seperti bunker, pangkalan udara, hingga pusat komando militer.
Target Pusat Komando Angkatan Udara
Menurut berbagai laporan yang beredar, salah satu target utama serangan adalah fasilitas komando dan komunikasi militer yang menghubungkan pangkalan udara Israel dengan sistem operasi jet tempur mereka.
Baca Juga: Trump “Bakar” Uang Pajak Rakyat AS Lebih dari US$30 Miliar, Untuk Perang Tanpa Tujuan Jelas
Infrastruktur ini memiliki fungsi vital dalam mengatur radar, komunikasi militer, serta koordinasi serangan udara Israel.
Fasilitas tersebut juga disebut berperan sebagai pusat komunikasi satelit militer, yang memungkinkan koordinasi antara berbagai unit tempur Israel, termasuk jet tempur, drone, dan sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Rudal Iran Makin Ugal-ugalan, Tel Aviv Bak Neraka: Ledakan 24 Jam Nonstop Hantam Kota
Serangan rudal terhadap fasilitas seperti ini dinilai sebagai upaya untuk melemahkan kemampuan koordinasi militer Israel di udara.
Iran Gunakan Rudal Balistik Berat
Militer Iran dilaporkan mulai mengerahkan rudal balistik generasi baru dalam konflik ini. Salah satu sistem yang disebut digunakan adalah rudal Sejjil, rudal balistik dua tahap berbahan bakar padat dengan jangkauan sekitar 2.000 kilometer.
Baca Juga: Aparat Keamanan Israel Mulai Frustrasi, Pukuli Warga yang Rekam Lokasi Serangan Rudal
Rudal jenis ini dikenal memiliki daya hancur besar dan dirancang untuk menembus sistem pertahanan udara modern. Dengan jangkauan tersebut, hampir seluruh wilayah Israel berada dalam radius serangannya.
Di tengah konflik yang terus meningkat, pejabat militer Iran juga menyatakan bahwa mereka akan meningkatkan kekuatan serangan dengan menggunakan rudal berhulu ledak besar.
Baca Juga: Apa Itu “Link Genius” Rank Math? Fitur AI Internal Linking yang Sedang Viral di Dunia SEO
Bahkan, militer Iran menegaskan bahwa rudal yang diluncurkan ke depan minimal memiliki hulu ledak seberat satu ton atau lebih.
Israel Klaim Banyak Rudal Dicegat
Sementara itu, militer Israel menyatakan sistem pertahanan udara mereka dikerahkan untuk mencegat gelombang serangan rudal dari Iran.
Sistem pertahanan berlapis Israel seperti Arrow, David’s Sling, dan Iron Dome disebut aktif menghalau proyektil yang masuk ke wilayah udara negara tersebut.
Meski demikian, sejumlah laporan menyebut beberapa rudal tetap berhasil menembus pertahanan dan menyebabkan ledakan di sejumlah lokasi strategis. [*/sh]