Barak.id — Kota terbesar kedua di Israel, Tel Aviv, kini berubah menjadi kawasan yang nyaris tak pernah sepi dari dentuman perang. Informasi dihimpun Sabtu (14/3/2026) menyebutkan, gelombang serangan rudal yang diluncurkan Iran dalam konflik terbaru membuat ledakan terdengar hampir sepanjang waktu, siang maupun malam, memaksa warga hidup di bawah bayang-bayang sirene dan bunker perlindungan.
Dalam beberapa hari terakhir, militer Israel melaporkan serangkaian barrage atau rentetan serangan rudal balistik yang menargetkan wilayah Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan kota satelit di sekitarnya. Ledakan besar dilaporkan terjadi di sejumlah titik setelah sebagian rudal berhasil menembus sistem pertahanan udara.
Baca Juga: Aparat Keamanan Israel Mulai Frustrasi, Pukuli Warga yang Rekam Lokasi Serangan Rudal
Saksi mata menggambarkan situasi kota seperti “zona perang terbuka”. Asap hitam terlihat membumbung dari beberapa bangunan yang terkena hantaman, sementara petugas pemadam dan tim penyelamat bekerja tanpa henti menyisir lokasi-lokasi yang terdampak.
Gelombang Serangan Tanpa Henti
Serangan yang dilakukan Iran tidak datang dalam satu gelombang tunggal. Sebaliknya, rudal diluncurkan secara berlapis dalam beberapa tahap, membuat sistem pertahanan udara Israel harus bekerja hampir tanpa jeda.
Baca Juga: Apa Itu “Link Genius” Rank Math? Fitur AI Internal Linking yang Sedang Viral di Dunia SEO
Sirene peringatan serangan udara terus berbunyi di Tel Aviv dan wilayah sekitarnya. Dalam berbagai video viral, warga berlari menuju bunker setiap kali alarm berbunyi, bahkan beberapa kali dalam sehari.
Dalam salah satu serangan, sebuah rudal dilaporkan menghantam blok permukiman di Tel Aviv, menewaskan seorang warga dan melukai puluhan lainnya, termasuk anak-anak.
Petugas medis Israel juga melaporkan lonjakan korban luka. Dalam periode 24 jam, setidaknya 140 orang harus dilarikan ke rumah sakit akibat dampak serangan rudal Iran, mulai dari luka akibat pecahan bangunan hingga trauma psikologis.
Ribuan Bangunan Rusak
Dampak serangan terhadap infrastruktur kota sangat signifikan. Data otoritas Israel menunjukkan ribuan laporan kerusakan bangunan dan fasilitas publik.
Hingga pertengahan konflik, 9.115 klaim kerusakan telah dilaporkan ke otoritas kompensasi Israel.
Dari jumlah itu, 4.609 kerusakan terjadi di Tel Aviv, menjadikannya wilayah paling terdampak dalam konflik ini.
Baca Juga: 10 Negara Ikut “Ketiban Sial” Gara-gara AS–Israel Serang Iran, Indonesia Termasuk yang Kena Getahnya
Bangunan tempat tinggal, kendaraan, hingga fasilitas umum dilaporkan rusak akibat ledakan dan serpihan rudal.
Tim pencarian dan penyelamatan masih terus bekerja di sejumlah titik yang terkena dampak langsung.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Panglima TNI dan Kapolri Siapkan Ribuan Pos Pengamanan Mudik
Di beberapa kawasan, puing bangunan berserakan di jalan, sementara jendela gedung tinggi pecah akibat gelombang kejut.
Strategi Serangan “Saturasi”
Analis militer menilai Iran menerapkan strategi serangan saturasi, yaitu meluncurkan banyak rudal dalam waktu singkat untuk membanjiri sistem pertahanan udara Israel.
Baca Juga: Israel Terkini: Serangan Drone dan Rudal Iran Rusakkan 9 Ribu Bangunan, Tel Aviv Paling Parah
Strategi ini bertujuan memaksa sistem seperti Iron Dome, David’s Sling, dan Arrow bekerja secara bersamaan hingga kewalahan, sehingga sebagian rudal dapat lolos dan menghantam target di darat.
Sejak konflik memuncak pada akhir Februari 2026, Iran dilaporkan telah menembakkan lebih dari 1.000 rudal balistik dan sekitar 2.200 drone ke arah Israel.
Baca Juga: Trump Persiapkan Bomber B-52 dan B-1, Sinyal “Selesaikan” Iran Sebelum Akhiri Perang?
Serangan tersebut sebagian besar menyasar wilayah padat penduduk di Israel tengah, termasuk Tel Aviv dan kawasan metropolitan sekitarnya.
Kota yang Tak Pernah Benar-Benar Tenang
Akibat serangan yang terus berulang, kehidupan normal di Tel Aviv nyaris berhenti. Banyak warga memilih tinggal di bunker atau ruang perlindungan di apartemen mereka.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak di Irak Diserang, Iran Pasang 3 Syarat untuk Mengakhiri Perang
Sekolah ditutup, transportasi publik dibatasi, dan sebagian kawasan bisnis menghentikan operasional sementara.
Pada malam hari, langit Tel Aviv kerap dipenuhi cahaya dari sistem intersepsi rudal yang berusaha menghancurkan proyektil di udara. Namun sesekali, ledakan keras tetap terdengar ketika sebuah rudal berhasil menembus pertahanan.
Situasi ini membuat banyak warga menggambarkan kondisi kota sebagai “hidup di bawah hujan rudal”.
Konflik Iran–Israel yang semakin intens memicu kekhawatiran internasional akan meluasnya perang di Timur Tengah.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Sejumlah negara mulai menyerukan de-eskalasi, sementara militer Israel meningkatkan operasi balasan terhadap fasilitas militer Iran. [*/sh]