Barak.id – Konflik besar di Timur Tengah setelah serangan militer Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada akhir Februari 2026 ternyata tidak hanya menghantam Teheran. Gelombang balasan rudal, drone, serta perang proksi membuat banyak negara lain ikut terkena dampaknya.
Dari negara Teluk hingga Asia, sejumlah wilayah tiba-tiba terseret dalam konflik yang awalnya hanya melibatkan tiga kekuatan besar tersebut.
Baca Juga: Operasi Ketupat 2026 Dimulai, Panglima TNI dan Kapolri Siapkan Ribuan Pos Pengamanan Mudik
Bahkan beberapa negara mengalami serangan langsung, sementara lainnya menghadapi ancaman ekonomi dan keamanan.
Berikut daftar 10 negara yang ikut “ketiban sial” akibat eskalasi perang AS–Israel melawan Iran, dirangkum Jumat (13/3/2026).
1. Bahrain
Negara kecil di Teluk Persia ini menjadi salah satu yang paling cepat terdampak.
Sebuah serangan drone Iran menghantam fasilitas bahan bakar dekat Bandara Internasional Bahrain, memicu kebakaran besar dan meningkatkan kekhawatiran terhadap keamanan infrastruktur sipil di kawasan Teluk.
Baca Juga: Israel Terkini: Serangan Drone dan Rudal Iran Rusakkan 9 Ribu Bangunan, Tel Aviv Paling Parah
Bahrain dianggap target karena di negara ini terdapat markas Armada Kelima Angkatan Laut Amerika Serikat.
2. Uni Emirat Arab (UEA)
UEA juga ikut terseret dalam konflik regional.
Iran dilaporkan menargetkan sejumlah fasilitas strategis di negara Teluk tersebut, termasuk infrastruktur transportasi dan wilayah sekitar Dubai.
Baca Juga: Trump Persiapkan Bomber B-52 dan B-1, Sinyal “Selesaikan” Iran Sebelum Akhiri Perang?
Serangan itu menjadi bagian dari balasan Iran terhadap operasi militer AS dan Israel.
UEA berada dalam posisi sulit karena memiliki hubungan keamanan erat dengan Washington.
3. Qatar
Qatar ikut masuk dalam radar konflik karena menjadi lokasi Pangkalan Udara Al-Udeid, salah satu basis militer terbesar milik AS di Timur Tengah.
Baca Juga: 2 Tanker Minyak di Irak Diserang, Iran Pasang 3 Syarat untuk Mengakhiri Perang
Iran sebelumnya memperingatkan bahwa semua fasilitas militer yang terkait dengan AS dan Israel di kawasan Teluk bisa menjadi target serangan balasan.
4. Kuwait
Kuwait juga terdampak karena menjadi salah satu pusat logistik militer Amerika Serikat.
Laporan awal menyebut beberapa korban jatuh di fasilitas militer terkait konflik yang melibatkan pasukan AS di kawasan tersebut.
5. Arab Saudi
Arab Saudi ikut terseret secara tidak langsung karena wilayahnya berada di jalur strategis energi dunia.
Baca Juga: Prabowo Marah Soal Budaya “Asal Bapak Senang”, Minta Pejabat Stop Laporan Palsu
Ketegangan meningkat setelah sejumlah negara Teluk memperingatkan potensi meluasnya konflik jika serangan balasan Iran terus berlangsung.
Selain itu, keamanan jalur minyak dan pelayaran menjadi perhatian utama Riyadh.
6. Irak
Irak menjadi salah satu wilayah yang paling rawan karena di sana terdapat banyak pangkalan militer Amerika.
Baca Juga: Iran Diduga Mulai Tebar Ranjau Laut di Selat Hormuz, Harga Minyak Bisa Meledak!
Serangan drone dan rudal dilaporkan menghantam berbagai fasilitas di Irak selama eskalasi konflik berlangsung.
Bahkan sebuah proyektil dilaporkan pernah jatuh di dalam kompleks Kedutaan Besar AS di Baghdad.
7. Lebanon
Lebanon juga ikut terseret akibat keterlibatan kelompok Hezbollah, sekutu dekat Iran.
Baca Juga: Rudal Israel Disebut Mengenai Gedung Pejabat Korea Utara di Iran
Israel melancarkan serangan udara besar-besaran di wilayah Beirut dan Lebanon selatan sebagai bagian dari perang regional.
Serangan itu menewaskan ratusan orang dan membuat ratusan ribu warga mengungsi.
8. Suriah
Suriah kembali menjadi medan konflik karena keberadaan kelompok militer yang berafiliasi dengan Iran.
Serangan rudal dan operasi militer di wilayah tersebut dilaporkan menimbulkan korban jiwa selama eskalasi perang berlangsung.
9. Oman
Negara ini ikut terkena dampak setelah sebuah proyektil menghantam barak.id/tag/kapal-tanker/”>kapal tanker di wilayah perairannya.
Baca Juga: Tingkah Israel Bikin Dunia Terancam Krisis Energi, Harga Minyak Bisa Tembus US$200 per Barel
Serangan tersebut memperlihatkan bahwa konflik mulai merembet ke jalur pelayaran internasional di kawasan Teluk.
10. Indonesia
Meski jauh dari lokasi perang, Indonesia tetap berpotensi terdampak.
Beberapa faktor yang membuat Indonesia ikut terkena “getah” konflik antara lain:
- Potensi lonjakan harga minyak dunia akibat gangguan di Selat Hormuz, jalur yang mengangkut sekitar 20–30% pasokan minyak global.
- Banyaknya Warga Negara Indonesia (WNI) yang tinggal di negara-negara Timur Tengah yang kini masuk zona rawan konflik.
- Risiko gejolak ekonomi global yang bisa memengaruhi nilai tukar dan harga energi domestik.
Perang antara AS, Israel, dan Iran kini tidak lagi bersifat lokal.
Serangan rudal, drone, hingga blokade jalur minyak membuat konflik menjalar ke banyak negara di Timur Tengah dan bahkan memicu kekhawatiran krisis energi global.
Jika eskalasi terus meningkat, para analis memperingatkan konflik ini berpotensi berkembang menjadi perang regional yang lebih luas.
Serangan AS dan Israel ke Iran tidak hanya memicu balasan militer dari Teheran, tetapi juga menyeret banyak negara lain ke dalam pusaran konflik.
Baca Juga: Sadar dari Mabuk, Wanita Ini Langsung Histeris Saat Tahu Celana Dalamnya Hilang, Videonya Viral
Mulai dari Bahrain, UEA, hingga Lebanon, berbagai negara kini berada di garis depan ketegangan geopolitik. Bahkan negara yang jauh seperti Indonesia pun tetap merasakan dampaknya melalui ekonomi dan keamanan global. [*/sh]