Barak.id — Iran melepaskan gelombang rudal balistik dan serangan drone yang belum pernah terjadi sebelumnya, menghantam wilayah Israel dan pangkalan militer Amerika Serikat di Timur Tengah dalam sebuah operasi militer skala besar sebagai balasan kering atas serangan gabungan AS–Israel beberapa hari lalu.
Eskalasi ini menandai fase baru konflik yang segera mengguncang geopolitik kawasan.
Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) mengumumkan bahwa gelombang keenam serangan rudal dan drone telah dimulai, diarahkan secara presisi ke 27 titik strategis yang mencakup target militer Israel serta pangkalan militer AS di kawasan Teluk.
Baca Juga: Iran Kibarkan “Bendera Darah” di Qom, Simbol Balas Dendam Habis-Habisan ke AS-Israel
Serangan itu, menurut pernyataan resmi IRGC, tidak main-main. Rudal diarahkan ke sejumlah fasilitas vital termasuk Pangkalan Udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, serta kompleks industri militer dan infrastruktur strategis lainnya di Tel Aviv dan sekitarnya.
Di samping itu, laporan dari media internasional menyebut serangan rudal juga mengarah ke pangkalan militer AS yang tersebar di negara-negara Teluk seperti Pangkalan Udara Al Udeid di Qatar, Pangkalan Al Salem di Kuwait, Pangkalan Udara Al Dhafra di Uni Emirat Arab, dan markas besar Armada ke-5 AS di Bahrain.
Baca Juga: 209 Drone Iran Hujani Palm Jumeirah Dubai, UAE Siaga Penuh
Ledakan besar terdengar di sekitar kawasan pangkalan ini, menandakan dampak langsung dari serangan Iran.
Ledakan menyalakan langit Timur Tengah. Di Tel Aviv, sirene perang meraung dan ledakan terdengar di tengah kota, korban berjatuhan di kawasan permukiman sipil.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung
Seorang wanita tewas dan puluhan lainnya luka dalam satu serangan rudal langsung, sementara sejumlah bangunan rusak parah akibat hantaman misil balistik yang mencapai dalam wilayah Israel.
Di Bahrain, letusan berkali-kali mengguncang pangkalan angkatan laut AS, tempat markas Armada ke-5 berada.
Baca Juga: Dubai Membara! Drone Peledak Jatuh di Pulau Mewah Palm Jumeirah
Visual video yang beredar menunjukkan kolom asap hitam raksasa membumbung tinggi setelah rudal menghantam instalasi militer tersebut.
Di Uni Emirat Arab, kebakaran melanda daerah Abu Dhabi dan Dubai setelah serangan balistik menghantam fasilitas udara dan sipil, dengan korban tewas dan puluhan orang luka-luka akibat pecahan puing dan ledakan.
Reuters internasional melaporkan bahwa lebih dari seratus rudal dan drone diluncurkan, meski sebagian besar berhasil diintersep oleh sistem pertahanan udara sekutu.
Baca Juga: Radar Anti Rudal Canggih Milik AS di Qatar Hancur Total Dirudal IRGC Iran
Serangan Iran ini muncul hanya beberapa hari setelah operasi militer gabungan AS dan Israel terhadap fasilitas strategis Iran, yang menurut pernyataan Pentagon bertujuan melumpuhkan kemampuan rudal dan nuklir Teheran.
Otoritas militer AS membenarkan operasi yang mencakup serangan udara berbasis intelijen tinggi ke berbagai sistem pertahanan dan komando Iran.
IRGC sendiri menegaskan bahwa serangannya akan terus berlanjut sampai musuh “dirasakan penyesalan mendalam” atas apa yang mereka sebut agresi terhadap kedaulatan Iran.
Baca Juga: Kapal Perang AS Dilaporkan Terkena Serangan Rudal IRGC Iran
Konflik kini bukan sekadar ritual saling serang, namun telah menjadi konfrontasi terbuka yang mengguncang stabilitas kawasan dan memicu kekhawatiran global akan keterlibatan yang lebih luas.
Iran telah meluncurkan ratusan rudal balistik dan serangan drone yang diarahkan ke Israel serta pangkalan militer AS di Qatar, Kuwait, UEA, dan Bahrain.
Baca Juga: Konflik Kian Berbahaya: Iran Balas Serangan, AS Tarik Mundur Kapal Induk?
Beberapa serangan menyebabkan ledakan dahsyat, kerusakan struktur militer dan sipil, serta korban jiwa, mempertegas eskalasi konflik yang terus meluas di Timur Tengah. []











































































