Barak.id — Serangan udara berskala besar yang dilancarkan oleh Drone dan rudal dari Republik Islam Iran telah mengguncang wilayah Uni Emirat Arab (UAE), termasuk kota global Dubai, dalam eskalasi militer besar-besaran yang berlangsung sejak akhir Februari 2026.
Berbagai wilayah sipil dan infrastruktur penting dilaporkan terdampak, menimbulkan korban serta kerusakan pada fasilitas publik.
Baca Juga: Pemimpin Tertinggi Iran Ali Khamenei Meninggal Dunia, Iran Umumkan 40 Hari Berkabung
Gelombang Serangan Udara Iran
Menurut pernyataan resmi Kementerian Pertahanan UAE, sejak awal serangan Iran, sistem pertahanan udara negara itu telah mendeteksi dan mencegat 137 rudal balistik dan 209 drone yang diluncurkan ke wilayahnya.
Dari total itu, sebagian besar berhasil dihancurkan, sementara puing‑puingnya jatuh ke dalam wilayah UAE, menyebabkan kerusakan kecil dan cedera di beberapa lokasi.
Baca Juga: Dubai Membara! Drone Peledak Jatuh di Pulau Mewah Palm Jumeirah
Otoritas militer UAE sebagaimana dikutip pada Minggu (1/3/2026), menyatakan sistem udara mereka menunjukkan kesiapan tinggi dalam menghadapi ancaman ini, namun peristiwa tersebut tetap memicu gangguan besar terhadap masyarakat sipil.
Dampak di Dubai
Serangan udara berdampak langsung pada beberapa lokasi penting di Dubai:
- Bandara Internasional Dubai dilaporkan terkena puing drone yang berhasil dicegat, memicu kepanikan penumpang dan evakuasi sebagian terminal.
- Burj Al Arab, hotel mewah yang menjadi simbol kota, mengalami kebakaran kecil di fasadnya setelah puing drone jatuh mengenai bagian gedung. Api segera berhasil dipadamkan tanpa korban jiwa besar dilaporkan.
- Ledakan juga terdengar di kawasan Palm Jumeirah, di mana asap dan kebakaran kecil dilaporkan terjadi akibat efek serangan.
Kerusakan struktural dan puing‑puing yang jatuh membuat operasi penerbangan dan transportasi udara terganggu sementara.
Baca Juga: Radar Anti Rudal Canggih Milik AS di Qatar Hancur Total Dirudal IRGC Iran
Pejabat UAE mengonfirmasi sejumlah korban tewas dan cedera akibat serangan tersebut:
- Beberapa laporan menyebut tiga orang tewas dan puluhan lainnya luka‑luka sedang hingga ringan akibat puing yang jatuh di wilayah sipil, termasuk warga asing dan penduduk lokal.
- Di Abu Dhabi, puing drone yang jatuh juga menyebabkan satu kematian dan beberapa luka, menurut media setempat.
Pihak berwenang terus memantau situasi, memastikan layanan medis dan darurat siaga penuh di rumah sakit dan lokasi terdampak.
Eskalasi Konflik
Serangan ini terjadi dalam konteks konflik yang lebih luas di kawasan Timur Tengah, menyusul serangkaian pengeboman udara oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap target militer di Iran.
Iran menyatakan serangan rudal dan drone itu sebagai balasan strategis terhadap serangan tersebut.
Baca Juga: Kapal Perang AS Dilaporkan Terkena Serangan Rudal IRGC Iran
Pihak UAE mengecam tindakan ini sebagai pelanggaran kedaulatan nasional dan hukum internasional, serta menegaskan haknya untuk merespons demi melindungi keamanan dan stabilitas negara.
Pemerintah juga mendesak masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengikuti informasi resmi demi menghindari disinformasi.
Baca Juga: Konflik Kian Berbahaya: Iran Balas Serangan, AS Tarik Mundur Kapal Induk?
Otoritas setempat terus berada dalam status siaga tinggi dan melakukan patroli udara secara masif untuk mencegah serangan lebih lanjut.
Operasi evakuasi, pemeriksaan puing, dan koordinasi keamanan sipil berlangsung di berbagai wilayah Dubai dan Abu Dhabi. []
Tetap terpantau: perkembangan selanjutnya akan mengikuti dinamika situasi konflik yang terus berubah di kawasan Teluk.











































































