Barak.id – Pemerintah Amerika Serikat mengambil langkah drastis dengan menutup sementara Kedutaan Besar AS di Bahrain menyusul serangan rudal yang dilancarkan Iran terhadap pangkalan militer Amerika Serikat di wilayah itu pada Sabtu (28/2/2026), dan meningkatnya ketegangan militer di kawasan Timur Tengah.
Dalam pernyataan resmi yang dirilis melalui akun media sosial X, Kedutaan Besar AS di Manama menyatakan bahwa gedung kedutaan akan ditutup mulai Minggu, 1 Maret 2026, sebagai respons terhadap ancaman serangan yang dinyatakan masih berlangsung. Semua layanan diplomatik, baik konsuler reguler maupun darurat, dibatalkan untuk tanggal tersebut.
“Kedutaan Besar AS di Bahrain akan tutup pada hari Minggu, 1 Maret 2026, karena serangan rudal yang sedang berlangsung terhadap Bahrain,” bunyi pernyataan itu.
Baca Juga: Israel Serang Iran, Ledakan Guncang Teheran dan Status Darurat Ditetapkan
Belum ada keterangan resmi mengenai kapan kedutaan akan kembali beroperasi normal.
Langkah Keamanan Diplomat di Doha dan Amman
Selain penutupan di Bahrain, sejumlah perwakilan diplomatik AS lainnya di kawasan Teluk juga menerapkan prosedur keamanan tinggi.
Kedutaan Besar AS di Qatar dan Jordan telah mengeluarkan peringatan shelter-in-place (berlindung di tempat) bagi seluruh staf serta warga negara AS di wilayah itu, sebagai respons terhadap eskalasi konflik dan potensi ancaman balasan terhadap fasilitas diplomatik dan militer.
Baca Juga: Balas Serangan, Iran Bombardir Israel dan Pangkalan Militer AS
Pemberitahuan dari perwakilan AS di Doha dan Manama menekankan bahwa warga AS diminta mencari lokasi aman di dalam rumah atau bangunan lain sampai situasi dinyatakan lebih stabil.
Serangan Iran Meluas di Kawasan Teluk
Ketegangan meningkat tajam setelah Iran dilaporkan melancarkan serangan rudal dan drone terhadap beberapa pangkalan militer AS di Bahrain, Qatar, dan Uni Emirat Arab, merespons operasi militer gabungan yang dipimpin AS dan Israel ke wilayah Iran.
Serangan tersebut terjadi bersamaan dengan eskalasi militer yang lebih luas di kawasan, termasuk operasi ofensif yang ditujukan terhadap fasilitas militer dan infrastruktur Iran, yang memicu kecaman dari pemerintah Republik Islam Iran dan sejumlah negara di Timur Tengah.
Negara-negara Teluk seperti Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab telah menyerukan penurunan eskalasi konflik dan menegaskan pentingnya mekanisme dialog diplomatik untuk mencegah konflik lebih luas yang dapat berdampak pada stabilitas regional.
Baca Juga: Detik-Detik Pangkalan Militer AS di Bahrain Dihantam Rudal Balistik Iran
Selain itu, pergerakan ini juga berdampak pada rute penerbangan dan aktivitas sipil di kawasan. Beberapa maskapai internasional telah membatalkan penerbangan ke dan dari Tel Aviv, Bahrain, serta Amman, diiringi penutupan sejumlah ruang udara regional akibat ancaman keamanan.
Evakuasi Personel Diplomatik di Negara Lain
Sebelumnya, Amerika Serikat juga telah mengurangi staf non-esensial dan memindahkan keluarga mereka dari Kedutaan Besar AS di Beirut, Lebanon, sebagai langkah antisipatif terhadap ancaman terkait ketegangan dengan Iran dan kelompok proxy yang berafiliasi di wilayah tersebut.
Penutupan sementara Kedutaan Besar AS di Bahrain merupakan langkah keamanan paling signifikan yang diambil Washington hingga saat ini di wilayah Teluk, mencerminkan meningkatnya risiko terhadap fasilitas diplomatik di tengah serangan balasan Iran.
Sementara itu, kedutaan AS di negara sahabat lainnya tetap beroperasi, namun dengan pembatasan gerak dan peringatan keselamatan tinggi.
Pemerintah AS terus memantau situasi dengan cermat dan belum mengumumkan rencana jangka panjang terkait status operasi diplomatik di kawasan ini. []











































































