Barak.id — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali mencatat koreksi signifikan lebih dari 1 persen pada perdagangan siang ini, meskipun sebagian besar bursa saham di kawasan Asia menunjukkan kecenderungan positif atau menguat dalam pergerakannya.
Selasa (24/2/2026) Pukul 14.25 WIB, IHSG turun sekitar 1,26% ke kisaran 8.290 poin, memantulkan tekanan jual yang kuat dari pelaku pasar lokal. Total nilai transaksi hingga sesi siang mencapai lebih dari Rp18 triliun, dengan frekuensi perdagangan yang tinggi mencerminkan aksi jual yang intensif.
Analisis Perdagangan Hari Ini
Mayoritas saham di Bursa Efek Indonesia menunjukkan tren menurun, dari 535 saham melemah, hanya 163 saham yang naik, sementara 121 stagnan.
Baca Juga: Seperlima dari Total Bitcoin yang Pernah Ditambang Diperkirakan Telah Hilang Selamanya
Saham unggulan seperti PT Indospring Tbk dan PT Royaltama Mulia Kontraktorindo Tbk menjadi top losers, masing‑masing terkoreksi hampir dua digit persen.
Kontras dengan Bursa Asia
Fenomena pelemahan tajam IHSG ini terjadi saat pasar regional Asia menunjukkan kecenderungan penguatan atau pergerakan mixed, terutama karena sentimen global yang relatif masih positif. Hal ini membuat pelemahan bursa Indonesia terlihat anomali di tengah trend umum kawasan yang cenderung stabil atau naik.
Sentimen Investor & Faktor Teknis
Para analis mengamati bahwa kombinasi faktor teknis dan sentimen investor, termasuk kekhawatiran global dan domestik, turut memperlemah kepercayaan pasar. Pelaku pasar terlihat melakukan aksi take profit dan mengurangi risiko portofolio menjelang pengumuman data ekonomi penting serta sinyal kebijakan moneter global dalam beberapa pekan mendatang.
Isu Lebih Luas di Pasar Modal RI
Pelemahan indeks juga terjadi dalam konteks sorotan terhadap praktik pasar modal domestik, di mana regulator baru‑baru ini menegakkan denda terhadap pelaku yang terlibat dalam manipulasi harga saham, sebagai bagian dari upaya memperbaiki tata kelola pasar modal.
Meski bursa Asia umumnya menunjukkan mood menguat, IHSG justru mengalami koreksi tajam di sesi perdagangan siang ini, sebuah pergerakan yang mencerminkan kombinasi tekanan jual domestik dan ketidakpastian investor yang meningkat di pasar modal Indonesia. []











































































